Hijaber Asal Turki Ini Jadi Juara Taekwondo Dunia

gomuslim.co.id- Berhijab merupakan kewajiban bagi setiap Muslimah. Pasalnya dengan mengenakan hijab, mereka dapat menutup aurat mereka dari pandangan lawan jenis. Para muslimah yang sering disebut sebagai hijaber juga telah menunjukan eksistensi mereka dengan prestasi yang menonjol, bukan hanya  di Indonesia, di kancah dunia pun para wanita berhijab tidak jarang unjuk gigi dalam berbagai macam kejuaraan.

Salah satunya adalah di dunia olahraga, tahun ini banyak hijaber menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan. Seperti baru-baru ini, Kubra Dagli, hijaber berdarah Turki berhasil meraih medali emas di kejuaraan taekwondo dunia.

Dilansir dari situs The Independent (06/12), hijaber yang masih berusia 20 tahun ini mendapat berbagai macam pujian dan apresiasi yang tinggi terutama dari masyarakat Turki. Alasannya, karena Kubra berhasil mendapatkan medali emas di kejuaraan taekwondo dunia yakni pada ajang World Championships yang digelar di Lima, Peru.

Kemenangan Kubra sempat menjadi sorotan dunia dan diperbincangkan di media massa. Banyak yang mengatakan bahwa hijab bukan menjadi penghalang Kubra untuk berprestasi di bidangnya. Namun ada pula yang tidak suka dengan keberhasilan wanita berkulit putih itu.

Beberapa orang yang tidak suka akan kemenangannya pun berkomentar buruk kepadanya. Ada yang mengatakan seharusnya wanita berhijab tidak melakukan gerakan dalam taekwondo karena kurang pantas dilihat.

"Kenapa kamu menutupi kepalamu tapi kamu 'membuka' kakimu di setiap posisi? Kamu seharusnya buka saja hijabmu agar lebih pantas. Semoga Allah membuka pikiranmu," kritik salah satu responden yang kontra dengannya.

Sebagian orang lainnya pun menyarankan Kubra agar sebaiknya di rumah saja. Lebih baik menjadi juara Alquran daripada bermain taekwondo. Mendengar banyak kritik pedas yang dilontarkan kepadanya, Kubra tidak terlalu peduli karena ia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya bisa mengharumkan nama negaranya di ajang internasional.

"Mereka tidak membicarakan keberhasilanku tapi hijabku. Bagiku kesuksesan kita harus dibanggakan. Aku dan tim berusaha sebaik mungkin. Kita membuat negara kita menjadi juara dunia. Ini adalah kebanggaan kita bersama," ujarnya.

Sebelum mengikuti kejuaraan taekwondo internasional tersebut, Kubra mengatakan sudah mengajukan izin terlebih dahulu ke badan-badan olahraga internasional. Sebelum diizinkan memakai hijab seperti sekarang, Kubra pernah hanya boleh memakai bandana untuk menutupi rambutnya ketika mengikuti kejuaraan di 2013.

Menurut Kubra, tantangan terbesar dari olahraga taekwondo bukanlah pandangan orang mengenai jilbabnya. Namun bagaimana ia bisa terus rutin latihan dalam berbagai kondisi termasuk di bulan Ramadan.

"Bulan Ramadhan umat Islam berpuasa dan kita tidak diizinkan makan-minum di siang hari. Itu menjadi tantangan tebesarku selama latihan taekwondo," tambah wanita yang berdomisili di Istanbul tersebut.

Di Indonesia sendiri, atlet Taekwondo berhijab juga tidak kalah hebatnya. Adalah Lia Karina Mansur, ia merupakan seorang Atlet Taekwondo asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia membuktikan bahwa berhijab tidak menghalangi dan membatasi kemampuannya dalam cabang olahraga Taekwondo. Pada ajang PON tahun ini, Lia berhasil mempertahankan emas yang pernah dia raihnya pada PON Riau lalu. Lia mendapat emas dari kelas welter (under 67 kg) putri setelah mengalahkan atlet Nangroe Aceh Darussalam, Fadhlunna Khairunnisa. (ari/dbs)


Back to Top