Perguruan Tinggi Berperan Penting dalam Pemahaman Sertifikasi Halal

gomuslim.co.id– Kehadiran sertifikasi halal penting bagi kemajuan usaha suatu UKM. Hal inilah yang menjadi konsentrasi dan fokus dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) JawaTimur.

Demi membantu para UKM, mereka menggratiskan sertifikasi halal bagi peserta UKM Jawa Timur dengan pengurusan yang juga mudah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris LPPOM MUI Jawa Timur, Dr. H. Moch. Khoirul Anwar SAg, MEI saat mengisi seminar yang mengusung tema 'Sinergi pengembangan daya saing industri halal Indonesia' yang dihelat di Aula Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya. Selasa, (06/12).

Dia menjelaskan bahwa kebijakan sertifikasi halal gratis bagi UKM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap industri halal. ''Sebagai peningkatan daya saing lokal terhadap produk-produk halal, meliputi penguasaan penelitian dan pengembangan industri halal,'' katanya.

Mengapa Gratis? Pasalnya menggratiskan pembuatan sertifikasi halal bagi UKM merupakan amanah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Prodak Halal (UU JPH).

Meskipun sertifikasi halal itu pemerintah yang membiayai, namun proses sertifikasi dilakukan sesuai prosedur yang selama ini digunakan LPPOM MUI di kota atau kabupaten di Jawa Timur.

''Jika bahan dan cara prosesnya tidak bersifat halal, maka pelaku usaha itu tidak akan mendapatkan sertifikasi halal,'' ujarnya.

Lanjut dia, untuk mengajukan sertifikasi halal tersebut, peserta UKM juga perlu meyakinkan bahwa semua bahan serta prosesnya halal dan baik. "‎Produk itu harus bermanfaat, berguna, dan izinnya jelas. Setelah itu bisa diproses sertifikasi kehalalannya. Meliputi, sertifikasi halal dan fasilitasi pendaftaran merek, hak cipta, desain Industri," ungkapnya.

Pendaftaran sertifikasi halal dilakukan melewati penunjukan secara langsung kepada masing-masing UKM melalui Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP).

Dia menjelaskan, tidak sulit bagi pelaku usaha untuk mendaftar di ULP demi mendapatkan sertifikasi halal. Proses sertifikasi halal langsung dilakukan oleh tim audit dari LPPOM MUI.

Sementara itu, Khoirul melihat bahwa kalangan akademisi di perguruan tinggi kaya inisiatif dalam memperkuat kemampuan manajemen dan produksi industri kecil menengah. Karenanya, kampus juga dinilai aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk diterapkan oleh para pelaku usaha yang ada.

Pemahaman akan sertifikasi halal terhadap berbagai jenis makanan dirasa sangat penting. Sebab, selain untuk kebutuhan kepercayaan, label halal menjadi salah satu kunci penting yang erat kaitannya dengan kesehatan.

Lebih lanjut, Ketua Panitia seminar Riset Grup Halal Qualified Industry Development UB, Sucipto menyebutkan bahwa perkembangan industri halal di Indonesia memang merupakan tema yang selama beberapa tahun terakhir ini menjadi sorotan tajam bagi Universitas Brawijaya. Sebab, perkembangan industri halal di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia salah satunya.

“Karena pasar di Indonesia ini peluangnya sangat besar, jadi membuat beberapa negara tetangga menawarkan produk halal di negeri ini,” katanya beberapa saat lalu.

Sehingga, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar untuk turut menggandeng pemerintah dalam meningkatkan pemahaman sertifikasi halal itu. Pasalnya, cepat atau lambat, kebutuhan akan produk halal ini akan terus meningkat.

Tapi, tambah Sucipto, kendala utama selain pengawasan dalam isu ini adalah terkait besarnya biaya dan panjangnya proses yang harus dilalui ketika mengurus sertifiikasi halal. (ari/dbs)


Back to Top