Penyanyi 'Nasi Padang' Diundang Makan Bersama Gubernur Sumbar

gomuslim.co.id- Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Barat menggelar jamuan makan untuk menyambut penyanyi Nasi Padang asal Norwegia, Audun Kvitland di Auditorium Gubernur. Pertemuan itu juga terkait dengan ditetapkannya Sumbar sebagai destinasi wisata halal dan destinasi kuliner terbaik di Indonesia serta masuk nominasi wisata halal dunia atau World Halal Tourism Award 2016.

“Makanan Padang kini makin dicari, terima kasih Audun Kivitland. Terima kasih atas lagunya,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang duduk di samping Audun.

Selama ini, katanya aksi Audun Kivitland yang menyanyikan lagu Nasi Padang hanya disaksikan lewat youtube. Namun, akhirnya Irwan bisa bertemu dan berbincang langsung dengan penyanyi yang secara tidak langsung telah mempromosikan kuliner Sumbar itu. “Ini adalah bentuk promosi bagi Sumbar ke dunia,” katanya.

Nasi Padang, kata Gubenur bukan sekadar makanan, tapi terdapat budaya di dalamnya. Dengan adanya promosi lewat lagu yang diciptakan oleh penyanyi Norwegia ini, diharapkannya semakin banyak orang datang berkunjung ke Sumbar.

Pada kesempatan yang dihadiri Sekprov Ali Asmar, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar Didit P Santoso, Dirut Bank Nagari dan sejumlah pegiat wisata Sumbar itu, Gubernur mengajak Audun untuk terus berkarya untuk Sumbar. “Kita tunggu karya selanjutnya,” ujar Gubernur.

Audun sendiri akan berada di Sumbar selama empat hari dan mengikuti berbagai kegiatan serta mengunjungi beberapa tempat. Beberapa daerah yang dikunjunginya adalah, wisata pulau di kawasan Bungus, festival budaya di sebuah hotel dan mencicipi pusat kuliner di bebeberapa tempat.

Untuk diketahui, Sumbar telah ditetapkan sebagai destinasi wisata halal dunia, terlepas dari menang atau kalah di World Halal Tourism Award 2016. Daerah ini telah disepakati sebagai destinasi halal dalam MoU seluruh kepala daerah, pada 12 Mei 2016 di hadapan Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Pengakuan Sumbar sebagai destinasi wisata halal juga disampaikan Menpar dengan pada malam penyerahan Anugerah Wisata Halal 2016 kepada Gubernur Sumbar di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, 7 Oktober lalu. “Wisata halal sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah,” kata Gubernur saat sosialisasi vote wisata halal, beberapa waktu lalu.

Hal sama ditunjukan DPRD Sumbar dengan memasukkan Perda Wisata Halal dalam Prolegda tahun 2017 sebagai perda inisiatif. Selain pemerintah, dukungan Sumbar destinasi wisata halal juga datang dari akademisi, komunitas, industri kepariwisataan dan media sehingga terbentuk Kelompok Kerja (Pokja) Wisata Sumbar.

Di samping itu, insan kreatif di Sumbar juga bekerja keras membentuk Forum Sumbar Kreatif sebagai wadah dengan 16 sub-sektor ekonomi kreatif. “Sumbar telah menjadi wisata halal, sekarang semua elemen kepariwisataan harus meningkatkan kesiapannya,” kata Didit P Santoso.

Kata Didit, pihaknya akan membantu secara maksimal, salah satunya membantu restoran dan rumah makan yang telah memiliki sertifikat laik sehat dalam mengurus sertifikat halal terhadap produk yang dimilikinya. “Wisata halal bakal meningkatkan perekonomian masyarakat dan sekaligus mengembangkan industri kepariwisataan di Sumbar,” katanya. (ari/dbs)


Back to Top