Kupas Tuntas Peluang Bisnis Produk Halal dalam Talkshow dan Peluncuran Buku 'Generation Muslim, Islam itu Keren'

gomuslim.co.id- Bank Syariah Mandiri (BSM) menggelar Peluncuran dan Talkshow Buku Baru berjudul “GenM (Generation Muslim) Islam itu Keren”. Bedah buku terbaru karya Yuswohady ini berlangsung di Auditorium Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri (BSM) Jakarta Pusat, Selasa (06/12). Ratusan peserta tampak memadati ruangan di Wisma Mandiri lantai 11, Jalan MH Thamrin itu.

Direktur Bank Syariah Mandiri Putu Rahwishiyasa dalam sambutannya mengatakan, setiap bulan BSM secara rutin mengadakan knowledge sharing setiap bulan mulai agustus lalu. “Kebetulan hari ini kita sekalian dengan bedah buku GenM. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 2020 pasar ke depan akan didominasi oleh midle income dan influence yang sebagian besar adalah Muslim. Untuk memahami kondisi pasar tersebut, buku ini sangat membantu sekali,” ujarnya.

Selanjutnya, penulis buku GenM yang sekaligus sebagai narasumber utama Yuswohady mengungkapkan buku terbarunya itu banyak membahas mengenai Islam universal. “Dalam buku ini, 3 bab pertama mengenai GenM, dan 7 bab berikutnya lebih banyak membahas tentang industri yang booming karena peran GenM,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan dalam beberapa tahun terakhir, pasar muslim menggeliat dan tumbuh pesat. Hal demikian ditandai dengan maraknya industri hijab, kosmetik halal, bank dan keuangan syariah, makanan halal, hotel syariah, turisme halal dan lainnnya. “Sebanyak 88 persen costumer saat ini adalah Muslim. Mereka adalah kalangan kelas menengah muslim di Indonesia,” tambahnya.

Yuswohady mengungkapkan, tipikal Muslim di Indonesia itu ada empat macam yaitu apatis, rasionalis (sekuler), konformis, dan universalis. “Saya memprediksi ke depannya umat Islam kita ini akan semakin ke kanan atau religius. Artinya, mereka akan sangat hati-hati dalam membeli produk halal, menjauhi riba dan segala yang melanggar syariat. Sedangkan kalau matriksnya semakin ke atas, artinya akan semakin pintar dan kaya. Saya meramalkan tren marketingnya akan semakin ke kanan dan ke atas” jelasnya.

Menurut Yuswohady, GenM ini lahir di sekitar akhir tahun 1980-an dan merupakan generasi muslim yang mendapatkan kebebasan berekspresi keagamaan. “Mereka inilah yang menikmati kemakmuran ekonomi. GenM adalah generasi muslim baru yang religius (iman, islam, ihsan), modern, universal goodness dan makmur. Mereka juga adalah muslim yang menjadi global village dan muslim yang digital savvy,” jelasnya.

“Perubahan pasar yang luar biasa di Indonesia. Masa kelahiran dari GenM di tahun 1989-1993, saat itu ICMI berdiri dan sosok Habibie muncul. Kemudian dari 1994 hingga 2005 adalah masa formatif atau pembentukan GenM, 2006-2015 masanya grow luar biasa, dan puncaknya di tahun 2010. Dan terakhir di tahun 2019  adalah puncaknya, dimana semua produk halal baik makanan, kosmetik dan lainnya akan dilabeli halal, termasuk yang tidak halal pun akan diberikan label,” papar pria yang akrab disapa Mas Iwok ini. 

Selain itu, kata dia, cool menjadi faktor penting bagi market. Ini juga menjadi sinyal sosial. “Sesuatu yang bernilai global, itu akan dianggap cool. Hollywood itu cool karena global. Digital itu cool. Makanya perusahaan kalau mau cool, maka harus menerapkan digitalisasi memanfaatkan teknologi,” ungkapnya.

Namun, menurutnya, Islam membawa kebaikan bagi masyarakat. Ia mencontohkan, awalnya hijab itu tidak cool, tetapi sekarang malah menjadi tren. “Saya istilahkan hijabers, syariah, dan lifestyle itu adalah identitas the new cool. Ini hanya ada di Indonesia. Kombinasi dari cool dengan nilai-nilai Islam inilah yang menghadirkan identitas baru tersebut,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Desainer Busana Muslim Irna Mutiara mengakui bahwa masyarakat kini lebih religius. Tanpa disadari gaya berpakaian pun mengikuti menjadi lebih universalis. “Selama lima tahun ini saya melihat bahwa identitas muslimah menjadi daya tarik sendiri bagi berbagai perusahaan untuk memasarkan berbagai produk-produknya,” ujarnya. Selain Yuswohadi dan Irna Mutiara, hadir pula narasumber lain seperti pendiri Halal Corner Community Aisha Maharani, dan CEO Mizan Production Gangsar Sukrisno. (njs/dbs)  


Back to Top