Masuk Era Global, Ini Peluang dan Tantangan untuk Kembangkan Produk Halal dan Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Era digital menjadi tantangan sendiri bagi para pelaku usaha. Terlebih khusus untuk industri keuangan syariah dan produk halal. Geliat peradaban dalam Islam tidak hanya dari sisi produk saja, melainkan dari program kewirausahaan. Pengembangan bisnis syariah saat ini diiringi dengan pemanfaatan teknologi dan berpikir secara global.

Demikian disampaikan, Yuswohady dalam acara Peluncuran Buku dan Talkshow GenM (Generation Muslim) Islam itu Keren di Auditorium Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri (BSM) Jakarta Pusat, Selasa (06/12). Ia menyebutkan bahwa sesuatu yang bernilai global akan diterima pasar Muslim yang kini tengah menjadi tren.

“Perkembangan luar biasa dari industri produk halal dan keuangan syariah di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Peran GenM memberikan pengaruh besar dalam perubahan besar dari tren pasar Muslim di Tanah Air,” katanya.

Pada kesempatan sama, CEO Mizan Production Gangsar Sutrisno mengungkapkan, pangsa pasar muslim yang semakin besar merupakan jawaban dari Islam modern. “Menyebarkan ajaran Islam saat ini tidak cukup melalui buku saja, hal ini karena tidak setiap tahun terbit langsung booming di pasar. Namun, saat hal itu dibuat sebuah film yang fenomenal, pasarnya akan lebih banyak,” paparnya.

Lebih lanjut, Gangsar menambahkan film Islami beberapa tahun terakhir semakin banyak diterima masyarakat muslim Indonesia. “Ada 90 persen penonton muslim di Indonesia, jumlah ini tentu harus bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam yang universal. Tidak hanya dari kemasan saja yang diperbaiki, tapi juga pesan didalamnya,” ujarnya.

Menurutnya film merupakan produk sekuler, namun kontennya bisa dikemas tergantung dari siapa yang memproduksi. “Meskipun produk sekuler, tapi film bisa jadi sarana untuk berdakwah. Tentu dengan cara yang membuat orang merasa diceramahi, tetapi bagaimana nilai itu bisa diserap oleh penonton,” ucapnya.

Sementara itu, pendiri Halal Corner Community Aisha Maharani mengatakan, isu halal sudah ada sejak tahun 1980 an, namun trennya baru dimulai 2011 lalu. “Halal ini sebenarnya bisa jadi momentum penting bagi umat Islam. Kita sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim masih kalah langkah dari Jepang yang kini semakin serius menggarap industri produk halal yang ramah muslim,” katanya.

Apalagi, kata dia, saat ini banyak gagasan-gagasan baru dalam pengembangan industri produk halal dan syariah digarap oleh kalangan non muslim. “Ini jadi tamparan bagi kita semua yang umat Islam. Seharusnya kitalah yang menjadi leader dalam mengembangkan tren halal dan syariah ini. Untuk itu, mari ubah mindset untuk lebih maju dan terus update informasi dan inovasi terbaru,” jelasnya.

Menurut Aisha, banyaknya usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia seharusnya bisa menjadi penopang dan sumber ekonomi yang luar biasa jika bisa dimanfaatkan secara maksimal. “Ada lebih dari 5 juta UKM. Kalau ini kita berdayakan, produk Indonesia bisa dijual ke luar negeri dengan brand halal. Apalagi saat ini pemerintah juga terus mendorong dengan adanya UU JPH tahun 2014 tentang sertifikasi halal,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Desainer Busana Muslim Irna Mutiara. Ia menyebutkan, keseriusan Jepang dalam menyiapkan produk halal dan busana Muslim jadi warning buat Indonesia. “Jepang ini sangat serius menggarap bisnis halal dan syariah. Terutama di Busana Muslim. Tahun ini sudah yang keempat kalinya menggelar Japan Halal Expo. Padahal mereka bukan negara mayoritas Muslim seperti kita,” ujarnya.

Menurut Irna, semua pelaku usaha, pemegang kepentingan, dan steakholders harus lebih peduli terhadap produk halal dan syariah ini. Ia mengungkapkan bahwa tren halal dan syariah tengah disorot dunia. “Industri produk halal, keuangan syariah, dan busana muslim kini menjadi sesuatu yang menarik. Hal demikian karena memang itu yang dibutuhkan oleh semua muslim,” katanya.

Untuk itu, Irna berharap semua kalangan lebih menyiapkan diri dalam persaingan global kini dan dimasa depan. “Ini bisa jadi suatu ancaman jika kita tidak bisa bersaing, kita akan terlibas. Negara-negara lain sudah banyak mencari informasi seputar pasar Muslim ini khususnya di Busana Muslim. Bahkan mereka pun datang langsung ke sekolah busana muslim saya,” imbuhnya.  (njs/dbs)  

 


Back to Top