Begini Perkembangan Islam di Finlandia

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, salah seorang Muslim Turki dari Kazan Rusia, Musa Carullah menulis sebuah buku tentang beberapa kesulitan yang dihadapi oleh umat Islam di Finlandia. Musa Carullah merupakan seorang pemikir sekaligus anggota dari Komunitas Astronomi Rusia yang mempelajari gerhana bulan dan matahari juga memiliki pengamatan di bidang ini.

Sebelumnya, pada tahun 1970, ia bersama Lutfullah Ishaki melakukan perjalanan ke Finladia untuk menghapuskan ketidakpastian mengenai doa dari umat Islam di sana.

Menurutnya, Alquran dan Sunnah cukup memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan yang membingungkan. Carullah telah menulis buku mengenai masalah yang dihadapi oleh umat Islam yang tinggal di daerah dimana memiliki waktu yang panjang. Buku ini ditulis dalam Bahasa Turki.

Finlandia benar-benar digambarkan sebagai tempat di mana orang hidup selama hari-hari panjang. Ketika Carullah pergi ke Finladia, ia menulis buku “Puasa Selama Hari-Hari Panjang” untuk umat Islam di sana.

Carullah memuji kebiasaan baik dari orang-orang Finlandia. Mereka menunjukkan jika mereka bekerja keras, bersih, dan adil.

Namun, Carullah pun membandingkan Rusia dan Finlandia, Ia mengindikasi tidak menyesuaikan diri dengan gaya berpakaian atau fashion dinilai kasar di Rusia. Sedangkan di Finlandia tidak menyesuaikan diri dengan gaya berpakaian dinilai tidak memiliki pekerjaan. Beberapa dari mereka menilai sangat kasar apabila memakai pakaian mahal dan bercorak ketika orang miskin tidak memiliki pakaian.

Di Finlandia Islam adalah agama  minoritas. Dengan jumlah penganut sebesar 50 ribu sampai 60 ribu jiwa. Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan Finlandia Selatan.

Namun di dalam struktur pemerintahannya, Finlandia termasuk negara yang memberikan kebebasan beragama bagi warganya. Sehingga, meski Islam adalah minoritas, umat Muslim Finlandia dapat beribadah dengan leluasa.

Tak ada batasan ruang gerak untuk Muslim yang ingin menjalankan shalat Jumat, shalat Ied, berhijab, bahkan para pedagang yang ingin menyediakan makanan halal. Tak heran bila ikan salmon, bagi Muslim Finlandia, selain merupakan mesin penghasil uang terbesar, juga dijadikan sebagai makanan alternatif yang terjamin kehalalannya.

Umat Islam di Finlandia juga tidak kesulitan mendirikan masjid. Mereka berhasil mendirikan sekira 18 masjid di Finlandia. Sebagian besar memang bangunan biasa yang dialihfungsikan menjadi masjid. Masjid-masjid itu diguna kan oleh banyak komunitas Muslim untuk kegiatan-kegiatan ibadah.

Meski kaum minoritas, ada puluhan komunitas Muslim independen yang berdiri di Finlandia. Selain Finnish Islamic Association (milik suku bangsa Tatar) dan The Federation of Islamic Organizations in Finland pada 1987 berdiri pula komunitas Muslim yang menamakan diri mereka The Islamic Society of Finland atau Masyarakat Islam Finlandia. Anggotanya didominasi warga kebangsaan Arab yang menjadi warna negara Finlandia.

Komunitas Muslim tersebut memiliki masjid di daerah Helsinki, Tampere, dan Lahti. Namun, satu-satunya bangunan yang memang didirikan sebagai masjid bukan hanya bangunan alih fungsi, terletak di Jarvenpaa.

Helsinki, masyarakat memiliki masjid dan sekolah Alquran, daerah yang menjadi ibu kota Finlandia tersebut saat ini berdiri Helsinki Islamic Center. Lembaga ini beranggotakan 2.000 Muslim.

Finlandia memberikan kebebasan menjalankan ibadah bagi tiap pemeluk agama, tak terkecuali Islam yang berkembang pesat dan dinamis. (nat/dbs)


Back to Top