Bogor Gelar Workshop Edukasi Kantin Halal dan Thayyib

gomuslim.co.id- Dengan menjual makanan kepada orang lain, setiap pedagang memiliki pertanggungjawaban yang tidak bisa diangap sepele. Kantin termasuk tempat yang penting di area sekolah. Untuk menjamin kehalalan kantin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya makanan yang halal dan thayyib.

Baru-baru ini, berlangsung workshop "Melalui Kantin Sekolah Sehat, Kita Bentuk Generasi Sehat, Cerdas dan Berdaya Saing" di Bogor. Workshop ini dihadiri 180 peserta, termasuk perwakilan sekolah Kota dan Kabupaten Bogor dan ibu-ibu penggerak PKK Kota Bogor.

Drs. Firdaus, M.Si, ketua Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor, turut hadir dalam workshop kali ini.  Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan diselenggarakan agar masyarakat bisa tahu cara menyiapkan makanan dengan kondisi kantin yang higienis untuk peningkatan mutu. Supaya generasi muda jadi lebih sehat, cerdas, pintar, tidak terkontaminasi dengan bahan kimia, serta berakhlak mulia.

Hadir pula Ir. Osmena Gunawan selaku Wakil Direktur LPPOM MUI, ia menyampaikan kiat-kiat menciptakan kantin sekolah yang halal kepada para peserta. Menurutnya ada 5 cara dalam membentuk kantin halal.

Katanya, hal pertama, kebijakan halal yang memuat komitmen penjual untuk hanya menyediakan produk atau menu halal. Kedua, penjual harus jujur. Ketiga, hanya menggunakan bahan-bahan yang halal. Keempat, tercatat dan mudah ditelusur. Terakhir yaitu fasilitas pengolahan atau penyediaan produk maupun menu jauh dari najis.

"Dengan mengkonsumsi makanan halal dan thoyib, akan mencerdaskan anak bangsa, memiliki akhlakul karimah, dan akan memberikan kesehatan untuk tubuh," ujar Osmena. 

Selain itu Drs. Firdaus  mengungkapkan kegiatan ini diselenggarakan agar mayarakat dapat mengetahui bagaimana menyiapkan makanan dengan kondisi kantin yang hygiene, dengan peningkatan mutu supaya generasi muda menjadi sehat, cerdas, pintar, serta tidak terkontaminasi dengan bahan kimia.

Selain mengenai halal, peserta juga dibekali pengetahuan tentang aplikasi sanitasi dan keamanan pangan untuk mewujudkan kantin sekolah sehat. Ini disampaikan oleh Farida SKM, MKM, dari Dinas Kesehatan Kota Bogor. Sementara Irma Arini Dewi, STP., MSc. dari Kantor Ketahanan Pangan Kota Bogor menyampaikan tentang Peran PKK dalam mewujudkan kantin sekolah sehat melalui penyediaan pangan jajanan berkualitas.

Kata halal dalam bahasa Arab berasal dari kata halla yang berarti ’lepas’ atau ’tidak terikat’.  Secara terminologis, halal berarti ”hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya.

Selain itu, berarti pula sebagai segala sesuatu yang bebas dari bahaya duniawi danukhrawi. Halal berarti pula dibolehkannya sesuatu oleh Allah SWT

Tidak hanya halal, ajaran Islam mensyaratkan agar makanan yang kita konsumsi bernilai thayyib. Kata thayyib sendiri berarti ’lezat’, ’baik’, ’sehat’, ’menenteramkan’ dan ’paling utama’.  Dalam konteks makanan, kata thayyib berarti makanan yang tidak kotor dari segi zatnya atau rusak (kadaluwarsa) atau bercampur benda-benda najis dan diharamkan.

Selain itu, ada yang mengartikannya sebagai makanan yang dapat mengundang selera bagi yang akan mengonsumsinya serta tidak membahayakan fisik serta akalnya. Makanan dikatakan thayyib apabila memiliki setidaknya dua prasyarat, yakni memiliki kandungan gizi yang cukup dan aman serta sehat untuk dikonsumsi.(nat/dbs)


Back to Top