Aceh 'Pede' Raih Juara di Ajang World Halal Tourism Award 2016

gomuslim.co.id- Kompetisi World Halal Tourism Awards 2016 hanya tinggal menunggu waktu saja untuk menemukan juaranya. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) yang masuk dalam 2 nominasi optimis bisa memenangi kompetisi ini.

Untuk Provinsi Aceh, ada 2 nominasi yang didapat yaitu sebagai World's Best Halal Cultural Destination, dan juga sebagai World's Best Airport for Halal Travellers, yang diwakili oleh Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh.

Reza Pahlevi, Kepala Dinas Pariwisata Aceh pun optimis Provinsi Serambi Mekkah ini akan berhasil menggondol juara di ajang tersebut. Ditemui di sela-sela acara Rakornas IV Pariwisata yang bertempat di Grand Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Reza menyampaikan rasa optimisnya.

"Ya, mudah-mudahan saja. Katanya Indonesia mendominasi. Kalau melihat kekuatan voting, dan dengan segala potensi yang ada di Aceh. Kita harus optimis," ujar Reza, beberapa hari lalu.

Reza sendiri menyadari betul potensi Aceh di bidang pariwisata sungguh besar, apalagi di bidang wisata halal, karena memang mayoritas penduduk di sana beragama Islam. Untuk itu, ajang ini bisa jadi pembuktian potensi Aceh di sektor pariwisata.

"Dari sisi budaya atau culture, Aceh tentu punya potensi luar biasa. Dari segi tradisi, Aceh itu sangat kuat. Mulai dari tradisi masyarakat hingga ke bagian pelosoknya. Tentu tradisi ini sesuai dengan prinsip-prinsip halal," pungkas Reza.

Sebagai informasi tambahan, Aceh harus bersaing dengan Azerbaijan, Malaysia, Palestina, dan Arab Saudi di ajang World Halal Tourism Awards 2016 untuk kategori World's Best Halal Cultural Destination.

Sementara itu, di tempat terpisah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan acara bertajuk 'Melalui Seminar Wisata Halal Kita Wujudkan Aceh Sebagai Destinasi Wisata Budaya Halal Terbaik Dunia’. Acara yang diikuti oleh 74 peserta dari stakeholder terkait itu berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

Reza Pahlevi menuturkan harapannya agar Aceh berhasil meraih juara di ajang WHTA 2016 serta sektor pariwisata bisa menjadi slah satu penggerak perekonomian Aceh. “Kita harapkan semoga perwujudan destinasi wisata halal semakin cepat dengan semakin banyak yang memahami dan menggerakkan,” ujarnya di sela-sela acara.

Acara diikuti oleh para ulama dari unsur ketua atau perwakilan MPU dan asisten dua dari 23 kabupaten/ kota, perwakilan Dinas Syariat Islam, Biro Keistimewaan, Biro Ekonomi, Badan Dayah, Disperindag, Asisten satu, Direktur Pam Obvit Polda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh dan Aceh Besar, Satpol PP, Pimpinan Pesantren, Pengurus Masjid Raya Baiturrahman dan Pengurus Masjid Baiturrahim Ulee serta Pengurus Masjid Lampuuk. Seminar sehari tersebut turut  menghadirkan narasumber yaitu Endy Aswara dari DSN Jakarta, Tgk Drh Fachurrazi MP dari MPU Aceh, dan Denny dari LPPOM MPU Aceh.

“Seminar ini bertujuan menyamakan persepsi tentang konsep wisata halal. Para ulama kita mendukung sepanjang tidak melanggar syariat Islam,” terang Reza.

Seperti diketahui, usai ditetapkan sebagai salah satu wisata halal, Pemerintah Aceh terus berbenah, di antaranya dengan upaya sertifikasi hotel, restoran, dan produk berlabel halal. Hal itu dilakukan agar menjadikan Aceh sebagai perwakilan Indonesia yang menjadi destinasi budaya ramah wisatawan muslim dunia. (ari/dbs)

 


Back to Top