Kawasan Mandalika Segera Jadi Destinasi Wisata Halal Utama di Lombok

gomuslim.co.id- Pulau Lombok memang memiliki sejuta kecantikan. Tidak terkecuali di kawasan Mandalika. Kawasan ini digadang-gadang akan menjadi destinasi utama di Pulau Lombok. Sejumlah investor asal Timur Tengah pun telah menyatakan ketertarikan untuk menggarap pasar halal di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika tersebut.

Baru-baru ini, pengelola kawasan KEK Mandalika, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) kini tengah menyiapkan cluster halal seluas 300 hektar dari total 1.175,23 hektar luas lahan. Namun dari total luas lahan itu, 109 hektar diantaranya masih diklaim oleh masyarakat.

Presiden Direktur ITDC Abdulbar Mansoer mengatakan, kawasan cluster halal akan menempati area bagian timur KEK Mandalika. “Cluster halal akan memiliki blok khusus, tapi tetap terkoneksi dengan bagian barat,” ujarnya di di Praya, Lombok Tengah, belum lama ini. Ia menjelaskan, investor dari UEA, Mesir, dan Arab Saudi kini sedang melakukan pengkajian untuk menggarap pasar halal di kawasan tersebut.

Mansoer menyebutkan, para dubes dan investor Timteng telah berkunjung langsung ke KEK Mandalika belum lama ini. Merkeka, kata dia, menetapkan tiga syarat utama agar bisa dikategorikan sebagai cluster wisata halal yakni tempat ibadah yang nyaman, tersedianya makanan dan minuman yang halal, serta fasilitas untuk keluarga seperti ukuran kamar yang besar.

“Ya betul. Kemarin ada dubes dari Timur Tengah dating langsung, kata mereka hanya ketiga itu saja,” ucapnya. Ia menambahkan, lahan seluas 300 hektar di area timur KEK Mandalika untuk cluster halal yang diharapkan menarik minat wisman muslim dari Malaysia dan juga negara-negara Timteng. “Masih penjajakan, saya harap tahun depan sudah ada kerjasama,” tambahnya.

Selain itu, kata Mansoer, keputusan pemerintah yang akan memberikan uang kerohiman paling lambat 31 Desember merupakan langkah jitu dalam percepatan penyelesaian persoalan lahan seluas 109 hektar yang masih diklaim masyarakat. Menurutnya, hal ini yang membuat para investor termasuk dari Timteng khawatir akan investasi di KEK Mandalika.

“Dengan selesainya persoalan lahan, maka hal ini akan meyakinkan para investor untuk tak ragu menanamkan modalnya di kawasan KEK Mandalika ini. Kawasan ini juga telah digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata utama di Pulau Lombok,” katanya.

Sementara itu, pemprov NTB bersama ITDC, Kapolda NTB Brigjen Umar Septono, Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf menggelar rapat koordinasi percepatan penyelesaian lahan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rosiady Sayuti mengatakan, proses pemberian uang kerohiman kepada masyarakat yang mengklaim akan dilakukan dalam waktu dekat. “Insya Allah besok sudah dikeluarkan surat perintah tugas dari gubernur untuk tim lapangan sehingga bisa bekerja paling telat lusa,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, proses verifikasi akan dilakukan di Kantor Bupati Lombok Tengah. Saat ini, tim percepatan penyelesaian lahan sedang mendata nama-nama yang dianggap laik menerima uang kerohiman.

Rosiady meminta para pengklaim untuk menyerahkan semua bukti dokumen yang nantinya akan diverifikasi. “Batas waktu pelaksanaan verifikasi dan penyelesaian pemberian uang kerohiman adalah 31 Desember 2016,” paparnya

Katanya, ITDC akan membayar kerohiman atas lahan-lahan yang terbukti ada okupasi dan garapan sejak lama. “Pengklaim yang memenuhi kriteria kerohiman akan mendapatkan kerohiman maksimal sebesar Rp 4,5 juta per are,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top