Hadapi Era Global, YPI Al Azhar Ingin Bentuk Karakter Pemuda dari Masjid

gomuslim.co.id– Setiap karakter manusia bisa dibentuk dari berbagai faktor pendukung, seperti keuarga, lingkungan, pendidikan bahkan asupan makanan yang diberikan semasa mereka kecil. Karakter manusia sendiri terbentuk dikala mereka mengalami masa pertumbuhan, yakni pada masa kanak-kanak menuju dewasa.

Untuk pembentukan karakter pemuda yang baik, Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar ingin pemuda Islam dibentuk dari masjid. Sebab, persaingan global kini tak mengecualikan pemuda Islam di dalamnya.

Hal inilah yang menjadikan alasan mengapa dibentuknya YPI Al Azhar. Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, H. M. Suhadi menjelaskan, setelah dibentuk, kegiatan YPI Al Azhar berkembang mulai kegiatan pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, dan kepemudaan, hal ini diharapkan akan membentuk karakter para pemuda yang tergabung didalamnya menjadi leih baik, soleh dan santun

"Maka, mari siapkan kader muda untuk masa depan. Semoga ini jariyah dihadapan Allah SWT," ujar Suhadi mengawali Indonesia International Leadership Camp (IILC) 2016 di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Rabu (07/12).

Sementara itu, IILC 2016 jadi langkah monumental Al Azhar Youth Leader Institute (AYLI) karena AYLI akan membuka cabang internasional Afrika Selatan, Filipina, Australia, dan Sri Lanka. Semoga ini jadi indikasi AYLI bisa jadi pionir penggerak pemuda Islam di dunia.

IILC 2016 merupakan satu dari 19 acara Milad YPI Al Azhar ke 65 yang puncaknya akan diselenggarakan pada 7 April 2017. AYLI sudah punya jaringan di 14 negara. IILC 2016 Al Azhar diikuti 22 peserta dari tujuh negara yakni Thailand, Australia, Mesir, Filipina, Indonesia, Sri Lanka, dan Afrika Selatan.

Dalam Milad ke-65 tahun ini, LAZ Al Azhar juga kegiatan yang menyebar se Indonesia, ada pendidikan mubaligh, dan aneka pengajian untuk meramaikan Masjid Al Azhar.

Jika AYLI sudah memiliki jaringan internasional, sekolah Al Azhar juga sedang mencari peluang untuk meluaskan jaringan internasional. Muslim Sydney sudah ingin membuka sekolah Al Azhar di negara kanguru tersebut. Saat ini sudah ada 155 sekolah Al Azhar di seluruh Indonesia dan satu Universitas Al Azhar Indonesia. Pada 2017 akan dibuka pula 17 sekolah di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, IILC sendiri dilaksanakan pertama kali pada 2011 yang merupakan Pilot Project (program awal), yang diikuti oleh satu negara yaitu Afrika Selatan selama 40 hari. Kemudian, tahun 2012 kembali dilaksanakan dengan jumlah negara yang lebih banyak dengan mengundang peserta-peserta dari 5 negara yaitu dari Indonesia, Afrika Selatan, Malaysia, Suriname, dan Palestina yang berlangsung selama 14 hari.

Berlanjut ke tahun 2014, IILC diadakan selama 10 hari yang diikuti oleh Afrika selatan, Uganda, Malaysia, Filipina, Indonesia dan Australia dengan total peserta 26 orang. Kemudian berlanjut ke tahun 2015, peningkatan signifikan terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti hingga negara partisipan yang berjumlah 9 negara, yaitu Afrika Selatan, Nigeria, Oman, Sri lanka, India, Filipina, Thailand, Malaysia serta Indonesia selama 10 hari di Jakarta sampai Jawa Barat. (ari/dbs)


Back to Top