Mengintip Pesaing Baru Indonesia di Industri Produk Halal

gomuslim.co.id– Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang bersemangat untuk menangkap potensi dari industri porduk halal. Mulai dari Pariwisata, makanan dan minuman, kosmetik, hingga fashion muslim mulai dilirik oleh berbagai negara di dunia.

Terbaru adalah Oman, tercatat dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi lonjakan dalam industri pariwisata halal di Oman. Hal ini juga menjadi  bagian dari Strategi Pembangunan Pariwisata 2040 Oman menargetkan menjadi negara tujuan utama untuk pariwisata halal di kawasan Teluk dan dunia.

Baru-baru ini, industri pariwisata halal Oman merilis Travel Halal 2016 yang menyediakan kebutuhan dan layanan bagi wisatawan Muslim. "Kami melihat pasar Oman sebagai salah satu pasar kunci di GCC (Dewan Kerjasama Teluk). Industri pariwisata Oman diperkirakan akan tumbuh terus selama lima tahun ke depan dengan kedatangan wisatawan diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya dari berbagai negara sebagai koneksi wisata ditingkatkan dan pelarangan visa dikurangi," ujar Managing Director Amadeus Gulf, Graham Nichols seperti dilansir Zawya, Rabu, (07/12).

Ia menejelaskan, sementara jumlah wisatawan mengalami peningkatan namun motivasi wisatawan untuk mengunjungi Oman tetap relatif statis selama lima tahun terakhir. Rata-rata, sekitar sepertiga dari wisatawan datang ke Oman untuk bersantai dan rekreasi, sementara sekitar 39 persen lainnya untuk mengunjungi teman atau kerabat.

Sedangkan, sisanya berkunjung untuk keperluan bisnis. Industri pariwisata halal memang sedang mengalami perkembangan di dunia termasuk Oman. Dia menambahkan Oman memiliki sejumlah situs sejarah sehingga menjadi nilai tambahan untuk ekspansi pariwisata.

Untuk mendukung pariwisata halalnya, Hotel di Oman juga secara bertahap mulai mengakomodir kepentingan wisatawan. Seperti katering dan tempat-tempat yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Coral Muscat Hotel dan Apartemen contohnya, merupakan salah satu hotel bintang empat  yang baru dibuka pada tahun ini, sementara pada tahun 2010, telah dibuka hotel bintang lima pertama yang ramah untuk wisatawan Muslim yaitu The Platinum.

Hotel ini dibuka untuk mengikiuti tren yang sedang berkembang menuju pariwisata halal. Demikian pula, Grand Millennium Muscat, sebuah hotel mewah telah berkembang cukup baik untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan. Amadeus Gulf diarahkan untuk mendukung pasar wisata Oman dengan produk dan layanan yang inovati. 

Selain Oman, beberapa negara di kawasan ASEAN juga menjadi salah satu kompetitor Indonesia untuk merau pasar produk halal. Menurut Ketua Halal Qualified Industry Development Universitas Brawijaya, Sucipto, dua negara yang jadi rival Indonesia adalah Malaysia dan Thailand.

Di Malaysia, kata Sucipto, sudah tersedia jurusan S2 yang khusus meneliti soal industri halal. Sebaliknya di Indonesia menurutnya belum ada studi serupa. Di Thailand, pemerintahnya mulai berkomitmen membangun industri halal.

"Thailand sudah mendeklarasikan sebagai halal kitchen di ASEAN, padahal di sana jumlah Muslim lebih sedikit dari Indonesia," kata Sucipto beberapa hari lalu.

Pemerintah Indonesia perlu lebih mendorong penelitian dan pendidikan untuk mendekteksi makanan halal. Pemahaman ini berguna untuk menyadarkan masyarakat pentingnya makanan dan minuman halal. "Agar akses lebih mudah, pendidikan bisa melalui gadget atau smartphone berupa aplikasi yang bisa diunduh," katanya.

Ia menyambut baik dibangunnya pusat studi halal yang ada di beberapa  perguruan tinggi termasuk di Universitas Brawijaya. Peran pemerintah  dan perguruan tinggi sangat penting untuk mendorong terciptanya kesadaran makanan dan minuman bersertifikasi halal. "Di Malaysia dan Thailand sudah ada insentif dari pemerintah, kalau di Indonesia saya lihat masih belum kuat," kata dia. (ari/dbs)


Back to Top