Selesai Tahap Konstruksi, Masjid Raya Sumatra Barat Bisa Digunakan Kembali Tahun Depan

gomuslim.co.id- Masjid Raya Sumatera Barat adalah masjid terbesar di Sumatera Barat terletak menghadap Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Masjid ini masih dalam tahap konstruksi sejak peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007.

Masjid Raya Sumatra Barat bisa digunakan kembali pada awal Januari 2017 setelah ditutup untuk kegiatan ibadah sejak 19 September karena sedang dalam pengerjaan.

"Saat ini proses pengerjaan lantai dasar dan lantai satu masjid telah lebih dari 80 persen. Mudah-mudahan awal Januari sudah bisa digunakan kembali untuk ibadah," ungkap Kepala Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Syafril B di Padang, Rabu (7/12).

Kata Syafril, diperkirakan sebelum 19 September 2016 Masjid Raya Sumbar sudah dimanfaatkan jamaah untuk ibadah lima waktu dan kegiatan lain seperti pengajian. Namun pada 19 September diputuskan masjid ditutup sementara karena lantai dasar dan satu sedang dikerjakan.

"Kita tidak ingin ada kecelakaan yang menimpa jamaah jika masjid tetap buka. Karena itu diputuskan tutup sementara," katanya.

Syafril menerangkan kalau pengerjaan yang sedang berlangsung hingga akhir Desember itu menggunakan total dana sebesar Rp 61,5 miliar. Jumlah itu terdiri dari Rp 38 miliar dari APBD Provinsi Sumbar, Rp 11 miliar dari APBN dan Rp 12,5 miliar dari bantuan keuangan Pemprov Papua dan Pemprov Jawa Barat.

"Sejak mulai pembangunan pada 2007 sampai dengan tahun 2016, pembangunan Masjid Raya Sumbar untuk tahap I hingga tahap VIII tersebut telah menggunakan anggaran sebesar Rp255 Miliar terbagi atas APBD Sumbar, bantuan APBN melalui Dinas Prasjartarkim dan bantuan keuangan dari Pemprov Papua dan Jawa Barat," sebutnya.

Pengerjaan pada 2016 merupakan pengerjaan tahap VII dan VIII. Pembangunan itu meliputi penyelesaian lantai satu, lantai satu migrab serta pasat kulit luar (empat sisi). Kemudian dana dari APBN di Dinas Prasjaltarkim Sumbar senilai Rp11 miliar, digunakan untuk pembangunan pekarangan (landscape).

Sementara anggaran pembangunan masjid yang berasal dari Pemprov Papua sebesar Rp 5 miliar dan Pemprov Jawa Barat sebesar Rp 7,5 miliar. Bantuan tersebut digunakan untuk finishing lantai dasar masjid. Direncanakan di lantai dasar itu juga akan dibangun ruangan untuk pertemuan, ruang penjagaan, pustaka, instansi listrik dan berbagai lainnya.

Masjid Raya Sumatera Barat menampilkan arsitektur modern yang tak identik dengan kubah. Atap bangunan menggambarkan bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu Hajar Aswad. Ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berselisih pendapat mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempat semula setelah renovasi Kakbah, Nabi Muhammad memutuskan meletakkan batu Hajar Aswad di atas selembar kain sehingga dapat diusung bersama oleh perwakilan dari setiap kabilah dengan memegang masing-masing sudut kain.

Ruang utama yang dipergunakan sebagai tempat salat di lantai dua adalah ruang lepas. Lantai dua dengan elevasi tujuh meter dapat diakses langsung melalui ramp, teras terbuka yang melandai ke jalan. Dengan luas 4.430 meter persegi, lantai dua diperkirakan dapat menampung 5.000-6.000 jemaah.

Lantai dua ditopang oleh 631 tiang pancang dengan pondasi poer berdiameter 1,7 meter pada kedalaman 7,7 meter. Dengan kondisi topografi yang masih dalam keadaan rawa, kedalaman setiap pondasi tidak dipatok karena menyesuaikan titik jenuh tanah tanah. Adapun lantai tiga berupa berupa mezanin berbentuk leter U memiliki luas 1.832 meter persegi. (nat/dbs)

 Baca juga:

Berwisata Religi ke Masjid Raya Tahan Gempa di Kota Padang


Back to Top