Optimalkan Penyaluran Dana Wakaf, Bank Syariah Siap Turut Berkontribusi

gomuslim.co.id- Wakaf sejak lama dikenal masyarakat muslim sebagai salah satu bentuk amal jariyah yang berperan penting bagi pengembangan sosial, ekonomi dan budaya dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk wakaf yang akhir-akhir ini mulai banyak diperkenalkan adalah wakaf uang. Wakaf uang sebagai salah satu alternatif atas pengentasan kemiskinan telah diterapkan di beberapa Negara Islam.

Tanah wakaf dan aset-aset keagamaan sangat penting untuk disertifikasi. Tujuannya agar tanah wakaf dan aset keagamaan terlindungi dengan sertifikat sehingga tidak akan hilang dan dijual. Karena itu, masyarakat diminta proaktif untuk menyertifikasi tanah wakaf dan aset keagamaan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulya E Siregar mengatakan, untuk mengoptimalkan pengelolaan wakaf produktif maka lembaga wakaf hendaknya dapat menggandeng perbankan syariah sebagai lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU). Pengelolaan wakaf uang ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk investasi di bank syariah dengan akad mudharabah muqqayadah.

"Bank syariah punya kredibilitas yang baik dan bisa mendistribusikan dana wakaf dengan baik, selain itu bank syariah juga diatur oleh undang-undang dan diawasi OJK," ujar Mulya, Rabu (7/12).

Bentuk sinergitas lembaga wakaf dan bank syariah dapat difasilitasi oleh OJK melalui sejumlah program seperti Keuangan Syariah Fair dan iB Vaganza. Menurut Mulya melalui program ini dapat meningkatkan literasi masyarakat untuk wakaf uang dan mendorong bank syariah menjadi kanal wakaf nasional.

Selain itu, investasi wakaf uang di bank syariah juga dapat dilakukan dalam bentuk sukuk subordinasi yang imbal hasilnya lebih tinggi dari produk investasi sekaligus memperkuat struktur permodalan bank syariah.

Perbankan syariah juga dapat membantu distribusi penyaluran manfaat dana wakaf untuk sarana dalam kegiatan ibadah, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu, dan beasiswa. Sinergi tersebut juga dapat mendorong pemanfaatan hasil pengelolaan wakaf untuk kemajuan ekonomi umat dan kesejahteraan umum melalui pembiayaan al-qardh bagi UMKM, pendayagunaan wakaf tanah dan pembangunan infrastruktur sosial.

"Kalau sistem ini bisa dijalankan, maka pengelolaan wakaf uang akan sangat baik," ujar Mulya.

Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, potensi wakaf tunai mencapai Rp 120 triliun. Pada 2013, wakaf tunai yang terkumpul sudah mencapai Rp 148,5 miliar. Sementara, aset wakaf berbentuk tanah mencapai 45,6 ribu hektar.

Bank Syariah sebagai salah satu LKS PWU memiliki dasar hukum yaitu UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dimana dijelaskan bahwa Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (pasal 1 angka 7).

Tujuan dari bank syariah adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat (pasal 3), dengan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat (pasal 4 ayat 1). (nat /dbs)


Back to Top