Optimalkan Wisata Halal, Disbudpar Undang Ulama Se-Aceh Ikut Berkontribusi

gomuslim.co.id- Sejak Kota Banda Aceh diberikan kepercayaan sebagai World Islamic Tourism oleh Menteri Pawiwisata RI di Jakarta pada 31 Maret 2015. Kini Serambi Mekah semakin mengukuhkan destinasi wisata unggulan Islami atau wisata halal di Indonesia.

Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Pemkot Banda Aceh melalui Dinas Kebudayaandan Pariwisata (Disbudpar) setempat dan dinas terkait lainnya terus melakukan berbagai langkah. Langkah itu antara lain menyelenggarakan even pariwisata, promosi wisata berkelanjutan, penguatan SDM pariwisata, pengembangan budaya dan tradisi, pembenahan prasarana dan saranawisata, pengembangan transportasi wisata, dan senantiasa mendorong masyarakat sadar wisata.

Semua program dilakukan dalam bingkai keislaman. Sebab Banda Aceh adalah daerah yang menerapkan syariat Islam.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyelenggarakan acara bertajuk 'Melalui Seminar Wisata Halal Kita Wujudkan Aceh Sebagai Destinasi Wisata Budaya Halal Terbaik Dunia’.

Acara yang diikuti oleh 74 peserta dari stakeholder terkait itu berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (07/12).

“Kita harapkan semoga perwujudan destinasi wisata halal semakin cepat dengan semakin banyak yang memahami dan menggerakkan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar), Reza Fahlevi.

Acara yang diikuti oleh para ulama dari unsur ketua atau perwakilan MPU dan asisten dua dari 23 kabupaten atau kota, perwakilan Dinas Syariat Islam, Biro Keistimewaan, Biro Ekonomi, Badan Dayah, Disperindag, Asisten satu, Direktur Pam Obvit Polda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh dan Aceh Besar, Satpol PP, Pimpinan Pesantren, Pengurus Masjid Raya Baiturrahman dan Pengurus Masjid Baiturrahim Ulee serta Pengurus Masjid Lampuuk.

Seminar sehari tersebut menghadirkan narasumber yaitu Endy Aswara dari DSN Jakarta, Tgk Drh Fachurrazi MP dari MPU Aceh, dan Denny dari LPPOM MPU Aceh.

“Seminar ini bertujuan menyamakan persepsi tentang konsep wisata halal. Para ulama kita mendukung sepanjang tidak melanggar syariat Islam,” ujar Reza.

Seperti diketahui usai ditetapkan sebagai salah satu wisata halal, Pemerintah Aceh terus berbenah. Di antaranya dengan upaya sertifikasi hotel, restoran, dan produk berlabel halal.

Hal itu dilakukan dalam upaya menjadikan Aceh sebagai perwakilan Indonesia menjadi destinasi budaya ramah wisatawan muslim dunia. 

Selain itu pengembangan objek wisata itu sangat penting untuk mendukung berbagai publikasi sejarah Aceh seperti sejarah masuknya Islam ke Aceh dan sejarah Kerajaan Aceh tempo dulu. Dalam mengembangan destinasi wisata halal perlu difokuskan pada tiga hal yaitu akses, atraksi, dan amenitas.

Amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Contohnya, restauran, souvenir, kafe, hotel, dan tempat ibadah.

 

Untuk melengkapi keseriusan Aceh dalam meningkatkan pariwisata Islam dunia, maka masyarakatnya juga dituntut untuk ramah, santun, dan jujur kepada setiap wisatawan. Sebab, hal itu juga merupakan ciri-ciri masyarakat yang Islami. (nat/dbs)

 


Back to Top