Indonesia Halal Watch Canangkan Sertifikasi Halal Produk Jadi Gratis dan Satu Pintu

gomuslim.co.id- Pemberian sertifikasi halal MUI bertujuan untuk melindungi konsumen dari penggunaan bahan-bahan makanan yang terjamin kehalalan dan kebersihannya. Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch, Ikhsan Abdullah, berharap sertifikasi halal dari LPPOM MUI dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari BPOM bisa satu pintu. 

Ikhsan mengatakan langkah itu akan melengkapi inisiatif sertifikasi halal secara gratis bagi Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM). "Kami berharap ke depan ada satu pintu saja, jadi tidak bolak-balik dan tidak merepotkan UMKM," ungkap Ikhsan, Kamis (8/12).

Ia mengusulkan, semisal saat UMKM tengah diberikan penyuluhan tentang PIRT dari BPOM, LPPOM MUI bisa sekaligus memberikan penyuluhan soal sertifikasi halal. Menurut Ikhsan, langkah itu akan menumbuhkan semangat kepada UMKM untuk mengurus segala sertifikasi yang dibutuhkan pelaku usaha.

Sebab, lanjut Ikhsan, sertifikasi akan membuat produk-produk yang dimiliki UMKN memiliki daya saing yang tinggi, mengingat masyarakat semakin pintar memilih produk yang dikonsumsi.

Dinilainya, upaya itu akan sesuai dengan harapan yang dicanangkan pemerintah meningkatkan industri kecil.

"Jadi, UMKM merasa nyaman dan dilayani, sekaligus bangga bisa pasarkan produk sehat dan halal," ujar Ikhsan.

Ikhsan menambahkan, kebijakan satu pintu dan pengurusan secara cuma-cuma, sesuai pula dengan amanat yang terdapat di Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH), yaitu meningkatkan daya saing UMKM. Maka itu, ia berharap ide-ide itu dapat segera diterapkan, sehingga pendapatan UMKM pun meningkat.

Label halal dan Izin edar baik P-IRT atau POM sangat penting dicantumkan dalam kemasan atau produk makanan. Mengingat bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masyarakat muslim yang sangat sensitif terhadap makanan yang haram.

Syarat dan Ketentuan Pengurusan

Sertifikasi halal adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat islam. Sertifikasi halal ini merupakan syarat untuk pencantuman label halal.

Ada lima kriteria suatu produk makanan yang memenuhi syarat kehalalan adalah, yang pertama, tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi, kedua tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan, seperti bahan-bahan yang berasal dari organ manusia, darah, kotoran-kotoran dan lain sebagainya, ketiga semua bahan yang berasal dari hewan halal yang di sembelih menurut syariat islam.

Keempat semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengolahan dan transportasinya tidak boleh digunakan untuk babi, dan kelima semua makanan dan minuman yang tidak mengandung khamar (minuman beralkohol). (nat/dbs)

 


Back to Top