Jumlah Muslim Terus Meningkat, Begini Perkembangan Islam di Negeri Pizza

gomuslim.co.id- Italia mengalami peningkatan jumlah umat Muslim yang cukup drastis. Berdasarkan data yang dihimpun oleh situs tersebut, pada 2006, jumlah Muslim di Italia tercatat sekitar 1 juta orang. Pada tahun yang sama, Pemerintah Inggris pernah menyebutkan jumlah penduduk Muslim di negara Pizza itu mencapai 825 ribu orang.

Sekitar 140 ribu hingga 160 ribu orang di antaranya adalah Muslim dari penduduk asli Italia. Pemerintah Amerika Serikat juga mencatat jumlah pemeluk Islam di Italia mencapai 1 juta jiwa.

Bertambahnya jumlah penduduk Muslim di Italia berkaitan erat dengan gelombang imigrasi yang terjadi di negara tersebut, terutama selama 10 sampai 25 tahun terakhir. Biasanya para imigran itu datang dari negara-negara Muslim di sekitar Italia. 

Di awal tahun1990-an sampai awal tahun 2000-an, berdasarkan data statistik populasi Muslim di Italia memang meningkat sekitar 400 persen, dari jumlah 154 ribu orang menjadi sekitar 825 ribu orang. Gelombang imigrasi yang memengaruhi populasi Muslim di negara yang terkenal dengan makanan pastanya itu sebenarnya disebabkan pengaruh globalisasi dan konflik yang terjadi di negara-negara yang notabene mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. 

Di saat perang Teluk, perang Taliban melawan Rusia di Afghanistan, atau perang sipil di Afrika bagian utara, seperti di Sudan dan Aljazair. Akibat dari konflik tersebut, pada akhir tahun 2006, ada sebanyak 3.690.053 imigran legal yang hidup di Italia dan 1.202.296 di antaranya adalah Muslim.

Kaum Muslim ini banyak datang dari Albania, Maroko, Tunisia, Pakistan, India, daerah Sub-Sahara di Afrika, dan Bangladesh. Tahun demi tahun, jumlah penduduk Muslim di Italia semakin signifikan hingga saat ini. Menurut Homer Bautdinov, Islam merupakan agama terbesar kedua di Italia setelah Katolik. 

Menurut Homer Bautdinov salah seorang Muslim di Italia imigran yang sudah menjadi warga negara Italia,  masyarakat Muslim hidup dengan sangat terorganisasi. Mereka membentuk komunitas lalu membuat pengajian di masjid-masjid, sampai pada akhirnya membentuk beberapa pusat-pusat kebudayaan Islam di Italia. Di tahun itu, tercatat sudah ada sekitar 350 masjid dan tempat-tempat pengajian di Italia.

“Masyarakat Islam di Italia tidak melihat perbedaan etnis dan asal dari umat muslim yang ada. Islamic Center memang dibangun untuk mengakomodasi umat Muslim dari semua kalangan dan latar belakang, baik mereka yang merupakan imigran maupun penduduk asli Italia,” ujarnya.

Pada tahun 2002 tercatat ada 30 Islamic Center, salah satunya yang paling terkenal adalah yang terdapat di Kota Milan, Roma, Naples, dan Palermo. Dari sisi persepsi publik terhadap umat Muslim, lembaga survei Gallup pernah mencoba mengadakan poling pada tahun 2007 tentang Indeks Dialog antara Muslim dan Barat. 

Semakin tinggi skor dari poling tersebut, menunjukkan perspektif masyarakat yang semakin optimis. Nilai tertingginya 100. Hasil dari poling itu, Italia berada pada rangking 37. Lalu, pada tahun 2006, Transatlantic Trends Report pernah mencoba menanyakan kepada masyarakat Italia tentang kesesuaian Islam dengan demokrasi. Sebanyak 65 persen responden mengatakan Islam sesuai dengan demokrasi. (nat/dbs)


Back to Top