Begini Kata Para Pakar Tentang Pentingnya Pendidikan Karakter pada Anak

gomuslim.co.id- Anak-anak merupakan aset bangsa dan agama di masa depan. Merekalah generasi penerus perjuangan dakwah Islam. Anak juga sebagai amanah yang harus dijaga dan dididik untuk menjadi manusia yang berbudi pekerti yang baik. Untuk mencapai itu, pendidikan karakter menjadi hal yang penting dalam menyiapkan generasi yang akan datang. Namun, mendidik anak menjadi pribadi berkarakter baik, tidak cukup hanya lewat nasihat. Mereka butuh role model untuk diteladani sifat baiknya agar mudah dicontoh.

Demikian disampaikan Drs. Hanna Djumhana Bastaman MPSi., seorang Psikolog Islam beberapa waktu lalu di Universitas Indonesia. Ia menyarankan kepada orangtua agar mengenalkan Nabi Muhammad SAW kepada anak untuk dijadikan suri tauladan. Sebab, menurutnya, hanya Rasulullah yang diutus Allah untuk menjadi teladan umat Islam di muka bumi ini.

“Tidak ada contoh dan suri tauladan yang lagi yang lebih baik selain Rasulullah SAW. Beliau adalah sebaik-baik manusia dengan karakternya yang sempurna. Bukan tokoh-tokoh animasi, kartun suprehero atau ciptaan manusia yang lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hanna memaparkan, ada banyak sifat-sifat nabi yang wajib dicontoh anak. Seperti sopan santun, pemaaf, tekun, sabar, pembelajar, bersyukur, dan tutur kata yang lembut. “Dengan meneladani Rasulullah, maka tidak sulit mendidik anak berkarakter baik. Karena, role modelnya sudah langsung dari manusia yang paling mulia yaitu Rasulullah SAW sendiri,” kata pria yang juga sebagai psikolog klinis ini.

Pesan-pesan nabi lewat hadist-hadist juga perlu disampaikan kepada anak-anak. Jika anak sudah mengidolakan nabinya, mudah-mudahan anak juga mencontoh sifat-sifatnya. “Biasanya, seseorang berbuat dan bersikap sesuai dengan contoh dari Idolanya. Tentu kalua anak-anak mengidolakan Nabi Muhammad SAW, maka akhlaknya pun akan belajar darinya,” paparnya.

Dalam kesempatan lain, Ketua Yayasan Khazanah Kebajikan Najamuddin Shiddiq mengatakan akhlak Nabi Muhammad mesti dijadikan teladan dalam mendidik anak. Mengenalkan kesantunan akhlak dan sikap kasih sayang Rasulullah sejak dini merupakan bagian dari cara mendidik anak sesuai ajaran Islam. “Kenalkan anak sedini mungkin dengan Alquran,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam Alquran sendiri telah dijelaskan, masing-masing orang diwajibkan menjaga keluarganya dari segi ibadah. Melalui QS Thaha: 132, Tuhan memerintahkan agar manusia senantiasa mengingatkan keluarganya mengerjakan salat. Oleh sebab itu, kata Najamuddin, mengajarkan Alquran kepada anak-anak menjadi bagian dalam membentuk akhlak generasi Islam di masa mendatang. “Ajarkan sedini mungkin salat dan mengaji,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, beriringan dengan perintah salat, ada juga imbauan bersabar. Masih dalam QS Thaha: 132, Allah berfirman “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat, dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.”

Menurutnya, pendidikan sabar menjadi penting dalam mengiringi pertumbuhan anak. Sabar juga menjadi ciri khas dari sikap Rasulullah yang patut ditanamkan generasi Islam. “Rasulullah menuju masjid, tapi kemudian diludahi nenek Yahudi. Beliau hanya tersenyum. Itu berlangsung bertahun-tahun,” ungkapnya.

Namun setelah nenek itu tak lagi dijumpai, Rasulullah malah merasa kehilangan. Ia mencari informasi lalu mendapat kabar seseorang yang biasa mengadangnya itu kini tengah jatuh sakit. Mendapati kabar itu, Rasulullah justru segera menyempatkan diri membesuk nenek yang setiap hari menghinanya itu. “Nabi Muhammad itu sabar. Suka membalas kejahatan dengan kebaikan. Ajarkan ini kepada anak-anak,” imbuhnya. (njs/dbs)

 


Back to Top