#PersembahanUntukSangNabi: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H

Peringati Maulid Nabi, Masjid Agung Banten Diserbu Wisatawan Muslim

gomuslim.co.id– Perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau  yang kerap disebut sebagai Maulid Nabi jatuh pada hari Senin (12/12). Salah satu hari besar bagi umat Islam ini diperingati dengan berbagai cara, mulai dari gerakan shalat subuh berjamaah, tabligh akbar, sampai berwisata religi karena bertepatan juga dengan long weekend.

Hal ini terlihat pada wisatawan muslim yang berkunjung ke Masjid Banten Lama atau Masjid Agung Banten di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Hal ini dapat dilihat sejak hari Minggu (11/12).

Wisatawan muslim yang berkunjung ke Masjid Agug Banten ini sendiri tidak hanya berasal dari Provinsi Banten saja melainkan berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan Sumatra pun ada yang mengunjungi dan menghabiskan libur panjang akhir pekan untuk berziarah ke makam para sultan dan keluarganya, seperti makam Sultan Maulana Hasanudin.

Selain iu, bukan hanya makam Sultan saja yang menjadi tujuan para wisatawan. Menara Masjid Banten Lama yang berada di depan halaman masjid pun menjadi incaran para wisatawan yang ingin mencoba sensasi dengan menaiki menara yang mempunyai ketinggian 24 meter.

Dari atas menara, para wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan kawasan Banten lama hingga ke perairan lepas, karena jarak antara menara dengan lautan hanya sekitar 1,5 km saja. Bahkan, untuk mencoba sensasi tersebut, paraa wisatawan rela menunggu antrean untuk menaiki 83 anak tangga yang ada di dalam menara. Sebab, pengelola membatasi jumlah orang dan memberikan waktu kepada para wisatawan saat berada diatas menara.

Untuk diketahui, dahulu selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara yang dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

Salah satu wisatawan mengaku penasaraan dan ingin mencoba menaiki menara tersebut. "Penasaran mau nyobain ke atas, katanya sih bisa lihat pemandangan sekitar masjid, bisa lihat Benteng Despelwijk, Benteng Surosowan," ujar salah satu wisatawan asal Bogor, Hafidz. 

Wisatawan juga tidak usah repot-repot untuk mengabadikan moment. Karena, jasa foto keliling akan dengan ramah menawarkan kepada para wisatawan yang ingin berfoto di depan Masjid Banten lengkap dengan Menaranya yang menjadi icon Povinsi Banten.

Namun sebagai pengunjung, Hafidz juga mengeluhkan banyaknya sampah yang berserakan di sekitar lokasi. "Sayang banget, banyak sampah bikin pemandangannya jelek, padahal kalau rapih, tertib, bersih, kita juga semakin nyaman lama-lama di sini," keluh Hafidz.

Untuk diketahui, masjid Agung Banten terbilang istimewa dan mempunyai sejarah panjang Kerajaan Islam di Indonesia pada abad ke 16 masehi. Arsitektur bangunan masjid terbilang cukup unik karena memadukan ciri khas bangunan Jawa Hindu, Eropa, dan China.

Hal ini karena masjid dirancang oleh tiga arsitektur berbeda yaitu arsitek Majapahit bernama Raden Sepat, arsitek Cina asal Tiongkok bernama Tjek Ban Tjut yang diberi gelar pangeran Adiguna, serta arsitek Belanda beragama Islam yang melarikan diri dari Batavia bernama Hendrik Lucaz Cardeel dan diberi gelar pangeran Wiraguna.

Raden Sepat merupakan arsitek berpengalaman yang juga berjasa membangun Masjid Agung Cirebon dan Masjid Demak. Sementara Tjek Ban Tjut menyumbangkan karya uniknya pada atap utama masjid dengan bentuk bangunan bersusun lima menyerupai pagoda, sekaligus serambi masjid di bagian utara dan selatan, juga bagian tangga masjid. (ari/dbs)


Back to Top