'Lebaran Maulid' Jadi Kekhasan Bangka Belitung Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

gomuslim.co.id- Ketika kebanyakan umat Muslim Indonesia Senin kemarin menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, karena bertepatan dengan maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Muslim di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung justru merayakan Senin kemarin dengan menggelar ‘Lebaran Maulid’, Senin (12/12).

Karena itu, tak heran, masyarakat Muslim Bangka Tengah merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan saling mengunjungi sesama umat Muslim untuk bersilaturahim.

“Saling tandang ke rumah warga sudah menjadi tradisi setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga orang Bangka Tengah menyebut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW itu adalah Lebaran Maulid,” ujar Mulia, seorang warga Sungaiselan, Bangka Tengah.

Mulia menambahkan bahwa warga sering menyebutnya dengan Lebaran Maulid karena suasananya seperti Hari Raya Idul Fitri dan bahkan lebih ramai dan meriah karena kegiatan silaturrahim praktis dilakukan setiap rumah penduduk.

Ada beberapa daerah yang sangat kental dengan budaya Lebaran Maulid di antaranya di beberapa desa di Kecamatan Sungaiselan. "Bahkan terjadi kemacetan di beberapa titik jalan menuju Kecamatan Sungaiselan karena ribuan masyarakat tumpah di kecamatan tersebut dan mereka datang dari berbagai daerah dalam rangka wisata Maulid," katanya.

Hal senada diungkapkan Dahri. Warga Bangka Tengah ini mengatakan Lebaran Maulid memang terasa seperti suasana Lebaran Idul Fitri karena setiap rumah menyediakan aneka kue lebaran untuk tamu yang bertandang.

"Bahkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini lebih panjang karena sebelumnya digelar acara penyambutan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal ini di sejumlah masjid dengan kegiatan nganggung atau jamuan makan bersama di masjid," tuturnya menambahkan.

Semarak Lebaran Maulid ini sangat terasa tidak hanya di rumah-rumah penduduk tetapi juga di sejumlah masjid yang ada di daerah itu. "Kaum Muslimin berkumpul di masjid sehingga rumah ibadah menjadi ramai, semarak dan siar Islam semakin terasa," ujarnya.

Adapun, perkembangan Islam di Pulau Bangka sangat pesat, sebelumnya pulau ini termasuk dalam kekuasaan kerajaan Islam (Kesultanan Palembang), namun pulau di tenggara Sumatera ini merupakan daerah peripherial (pinggiran).Pulau ini hampir tidak mendapat perhatian penguasa saat era kerajaan Sriwijaya (abad ke 7 sampai 13 M) dan kerajaan Majapahit (akhir abad 13 M), karena dianggap tidak memiliki sumber daya alam potensial, namun sejak temuan timah yang berlimpah di Bangka serta ekspansi kerajaan Malaka ke wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung mulai dilirik.

Proses Masuknya Islam ke pulau Bangka tidak terlepas dari unsur masuknya kesultanan Johor, kerajaan Minangkabau, dan Banten. Kaum saudagar yang berlayar dari dan ke selat Malaka singgah dan memenuhi stok air bersih di Pulau Bangka. Daya tarik penguasa terus berlanjut pada masa Kesultanan Palembang, VOC dan masa pemerintahan kolonial Belanda. (nat/dbs)


Back to Top