Usai Pemulihan Duka Gempa Bumi, Aceh Kembali Persiapkan Ajang Sail Sabang 2017

gomuslim.co.id- Pariwisata di Aceh dikabarkan tetap kondusif, setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,4 SR pada Rabu (7/12). Hali ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Aceh Reza Fahlevi.

Reza juga menyatakan bahwa tidak terjadi kepanikan dari wisatawan yang sedang berkunjung ke Bumi Serambi Mekkah itu. “Tak terjadi kepanikan. Pusat gempa terletak di Pidie dan Bireuen, sementara wisatawan paling banyak berada di Banda Aceh,” ungkap Reza.

Bencana gempa itu sempat membuat persiapan acara promosi wisata bahari Sail Sabang 2017 relatif terganggu. Hal itu, sambungnya, dikarenakan perhatian seluruh pihak masih tertuju dengan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan bangunan. 

Hingga saat berita ini ditulis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa sebanyak 102 korban tewas dan 752 korban luka dalam bencana tersebut. Sementara jumlah pengungsi sebanyak 3.276 orang, sedangkan jumlah korban di Pidie tercatat yang paling banyak, yaitu sebanyak 99 orang tewas. 

“Persiapan Sail Sabang 2017 memang agak sedikit terganggu, tapi semua masih bisa menunggu sampai suasana duka berlalu,” tuturnya.

Acara Sail Sabang 2017 akan dilaksanakan di Sabang pada 1 sampai 7 Desember tahun depan. Diperkirakan, ribuan wisatawan mancanegara dan nusantara akan hadir dalam promosi wisata bahari ini. 

Rangkaian acara Sail Indonesia sebelumnya diadakan di Morotai, Maluku Utara pada 2012, Komodo, Nusa Tenggara Timur pada 2013, Raja Ampat, Papua Barat pada 2014, dan Sail Tomini, Sulawesi Tengah pada Oktober 2015. 

Reza menjelaskan Kementerian Pariwisata dan beberapa kementerian terkait mengutamakan persiapan dalam hal akses dan akomodasi bagi wisatawan. 

“Diadakan akhir tahun karena acara ini juga merupakan rangkaian dari Sail Sedunia yang diadakan di bulan yang sama. Sekitar 100 wisatawan yang akan datang diperkirakan pemilik kapal yacht dan pesiar yang berasal dari kawasan Asia, seperti Malaysia, Singapura dan China. Tak menutup kemungkinan dari Eropa juga,” lanjutnya.

 

Berbagai rencana penataan dilakukan, mulai dari akses jalur laut dan udara di Sabang dan Pelabuhan Balohan dan Bandara Maimun Saleh, begitu juga dengan jalur daratnya. Saat ini, yang masih terus dikejar ialah ketersediaan 1.700 kamar untuk tempat menginap wisatawan yang masih belum tersedia. 

“Sabang masih kekurangan 1.700 kamar untuk wisatawan, walau saat ini sudah ada tiga hotel baru yang akan segera dibangun. Kemungkinan menyiasatinya dengan mendorong pelaku usaha setempat untuk membuka homestay,” kata Reza.

Sail Sabang 2017 akan digelar secara meriah. Namun faktanya, masih banyak wisatawan yang sungkan untuk datang ke Aceh, karena kawasan itu sangat identik dengan wisata yang religius. 

Reza juga meyakinkan dan menghimbau agar wisatawan tak perlu sungkan untuk datang, asal tetap menaati norma yang berlaku. “Berwisata di mana saja memang harus menghormati budaya setempat, begitu juga ketika berkunjung ke Aceh,” tutupnya. (nat/dbs)


Back to Top