Dapat Restu OJK, BNI Syariah Siap Luncurkan Produk Griya Swa Karya

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Indonesia terus berinovasi dalam rangka menggaet nasabah. Berbagai produk pun telah diluncurkan demi memenuhi kebutuhan umat. Salah satunya yang dilakukan oleh BNI Syariah. Baru-baru ini, BNI Syariah mengajukan produk Griya Swa Karya untuk diluncurkan. Kabarnya, pengajuan tersebut telah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Mulya E. Siregar mengatakan Griya Swa Karya memungkinkan BNI Syariah memiliki inventori seperti perumahan untuk dijual. Perseroan juga bisa membangun, mengelola, dan memiliki inventori lain semisal gedung kantor.

”Bank syariah dimungkinkan untuk memiliki inventory karena hal ini merupakan akar yang membedakan antara bank syariah dengan bank konvensional. Perdebatan kami untuk inventory di bank syariah memang panjang, dan kita setuju tapi harus ada pilot project-nya terlebih dahulu dengan skala kecil,” paparnya di Jakarta, Selasa (13/12).

Mulya menuturkan dengan pilot project yang berskala kecil maka akan mudah untuk melakukan mitigasi risiko, karena apabila produk tersebut tidak laku maka risikonya akan ditanggung oleh bank syariah. “Yang pasti, pembangunan inventori dilakukan di atas tanah wakaf yang kepemilikannya dilimpahkan sementara oleh nadzir kepada bank. Tatkala aset masuk ke dalam bank lantas menjadi milik bank, maka bank akan mendirikan bangunan tertentu untuk dioperasikan, seperti hunian atau gedung,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, bank syariah di negara lain seperti Sudan sudah memiliki inventory mobil. Namun, belum ditemukan perbankan syariah yang memiliki inventory bangunan seperti yang diajukan oleh BNI Syariah. “Justru Indonesia nanti bisa menjadi percontohan,” tuturnya.

Mulya mengatakan BNI Syariah dimungkinkan untuk meluncurkan produk Griya Swakarya yakni membangun perumahan atau gedung yang nantinya dijual kepada masyarakat dengan harga lebih murah dibandingkan jika BNI Syariah membiayai developer. Nantinya, BNI Syariah akan melakukan penjualan dan pembiayaan bagi bangunan yang sudah tersedia.

Dia menyatakan, pihaknya sudah memberikan izin kepada BNI Syariah untuk memasarkan produk seperti Griya Swa Karya, kini tinggal tunggu hitam di atas putih. Sejauh ini baru BNI Syariah yang mengajukan diri untuk memasarkan produk seperti ini.

Menurut Mulya, selama ini bank syariah cenderung hanya meniru yang produk-produk yang ada di bank konvensional. Apabila Griya Swa Karya diterapkan ini bisa menjadi contoh produk bank islami yang betul-betul khas dan berbeda dari bank konvensional.

Namun OJK menekankan agar bank tidak melupakan mitigasi risiko. “Karena produk ini baru dan baru dimulai maka harus hati-hati terkait mitigasi risikonya. Karena itu, mulailah dari skala kecil semisal pilot project agar tidak jadi masalah bagi bank,” ucap Mulya.

Dia mencontohkan, seumpama inventori yang dibangun adalah hunian maka dibuat dalam skala kecil terlebih dulu. Sebelumnya harus dipastikan adanya peminat terhadap properti bersangkutan. Hal ini supaya ketika bangunan sudah jadi bisa langsung laku sehingga tidak merugikan bank.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan besaran platform yang diajukan ke OJK yakni 10 persen dari portofolio pembiayaan konsumer. Imam menambahkan, sinyal positif yang diberikan oleh OJK diharapkan bisa diwujudkan dalam bentuk peraturan maupun perizinan dalam waktu dekat.

“Kita tinggal tunggu kapan perizinan itu keluar, karena begitu izin keluar kita sudah bisa mulai membangun aset untuk jadi inventory bank syariah terlebih dahulu setelah itu dijual kepada end user,” ujar Imam.

Lewat program Griya Swakarya, BNI Syariah ingin mengoptimalkan aset wakaf agar lebih produktif. Imam mengatakan, saat ini lembaga wakaf memang telah memanfaatkan layanan bank syariah namun hanya sebatas pengelolaan keuangan saja. (njs/dbs)


Back to Top