Indonesia Jadi Pemimpin dalam Inovasi Produk Kosmetik Halal

gomuslim.co.id– Indonesia dinilai menjadi negara nomor satu dalam hal inovasi pada inudtri kosmetik halal se-Asia Pasifik (APAC). Padahal, sejumlah pemain kunci di seluruh APAC yang memimpin tren produk halal memiliki banyak konsep baru dan kreasi yang menarik bagi tuntutan konsumen.

Sharon Kwek, Senior Beauty and Personal dan Insight Analyst di perusahan analisis, Mintel menuturkan bahwa hadirnya sertifikasi halal menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen kosmetik halal.

"Dalam hal inovasi produk, negara yang berada di garis depan saat ini adalah Indonesia dan mereka akan terus memimpin pasar karena semua produk di Indonesia, termasuk produk kecantikan, harus memiliki sertifikasi halal pada 2019," kata Sharon Kwek, seperti dilansir dari laman Cosmetic Design Asia (14/12).

Sementara itu, dalam laporannya yang berjudul Growing population outpacing product presents opportunity for halal haircare, Andrew McDougall, Analis Global di Mintel menyatakan bahwa hampir 90% dari populasi di Indonesia adalah Muslim dan dengan demikian adanya produk yang bersertifikat halal menjadi sebuah daya tarik tersendiri.

Dengan demikian, menurut Mintel, Indonesia menyumbang 42% dari produk kecantikan dan perawatan pribadi halal yang diluncurkan selama tiga tahun (2013-2015) terakhir. Namun, mengikuti jejak di Indonesia, ada beberapa negara lainnya yang berfokus untuk merebut pangsa pasar kosmetik halal.

"India, Malaysia dan Pakistan memiliki potensi besar untuk pertumbuhan produk kecantikan halal karena populasi Muslim yang besar," Kwek menambahkan.

PT. Paragon Teknologi dan Inovasi adalah salah satu perusahaan kosmetik halal yang paling dikenal di APAC, dengan brand Wardah-nya yang secara alami terbukti kepopulerannya dan mencapai pangsa pasar sebesar 2% pada tahun 2015.

Beberapa pemain global lainnya juga telah memasuki pasar halal karena mereka berusaha menuju memperoleh sertifikasi seperti L'Oréal Indonesia yang juga cukup populer di Indonesia dan telah membangun fasilitas manufaktur untuk memproduksi bahan-bahan kosmetik. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 145 bahan yang bersertifikat halal.

Dampak Sertifikasi

Untuk membangun kepercayaan konsumen di pasar yang berkembang ini, para pelaku usaha telah menempatkan pentingnya mendapatkan sertifikasi halal pada produk portofolio masing-masing.

"Sebuah sertifikasi halal yang berstandar global akan membantu memberikan informasi yang lebih jelas dan pandangan yang lebih luas dari bahan-bahan yang ada di dalam produk kecantikan tersebut,” Kwek menyimpulkan.

Dari sisi perusahaan, secara umum mereka juga harus memastikan bahwa produk yang mereka hasilkan adalah produk halal dengan memeriksa bahan-bahan yang ada dan seluruh produk dan sesuai dengan standar sertifikasi halal, mereka juga harus mulai mencari peluang jangka panjang untuk inovasi produk guna memposisikan diri sebagai brand pilihan konsumen.

Produsen internasional dan pengecer juga diharapkan dapat mendominasi sektor populer ini. Mereka harus membuat kampanye pemasaran yang strategis dan menyediakan sempel produk bagi konsumen.

Selain itu, selagi mitra global berusaha memperoleh sertifikasi, produsen lokal termasuk PT. Paragon Teknologi dan Inovasi juga harus melkukan kampanye pemasaran yang lebih masif lagi untuk menjaga konsumen mereka pindah ke merek global tadi. (ari/dbs)

 


Back to Top