Dapat Suntikan Modal Baru, Bank Syariah Bukopin Perkuat Produk Usaha dan Investasi Syariah

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang positif. Dukungan dan upaya dari pemegang saham makin mengalir. Seperti yang dilakukan Bank Syariah Bukopin (BSB). Baru-baru ini, anak perusahaan dari PT Bank Bukopin itu akan mendapat suntikan modal tambahan sebesar Rp100 miliar.

Hal demikian ditetapkan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Syariah Bukopin (BSB) yang digelar di Gedung BSB Salemba Jakarta belum lama ini. Direktur Utama BSB Riyanto mengatakan, tujuan penambahan modal tersebut adalah untuk mendukung rencana pengembangan usaha dengan membiayai kegiatan usaha dan investasi perseroan ketika diperlukan.

“Tentunya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Kami bersyukur, para pemegang saham telah bersepakat dan menyetujui adanya penambahan modal itu. Kami pun akan berupaya optimal untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah sehingga mereka puas dan akan selalu menjadi nasabah setia BSB,” ujarnya.

Riyanto berharap Perseroan ke depannya dalam pencapaian usahanya dapat tumbuh secara berkesinambungan. Strategi pengembangan BSB bakal fokus dalam pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan pembiayaan tertahap di segmen-segmen tertentu.

“Di antaranya terkait pengembangan SDI, peningkatan kualitas pelayanan baik dalam bisnis maupun jaringan outletnya. Kami juga terus berupaya meningkatkan risk management and internal control serta peningkatan operasional maupun pengembangan teknologi. Itu yang akan kami fokuskan ke depannya dan akan dimulai dari sekarang,” ucapnya.

Kinerja keuangan Perseroan pada lima tahun terakhir, yaitu 2011 – 2015, menunjukkan perkembangan yang baik. Ini terlihat dari pertumbuhan rata-rata (selama 5 tahun tersebut) aset sebesar 21,07 persen per tahun, pembiayaan 22,81 persen per tahun, dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20,08 persen per tahun.

Pada kesempatan sama Head of Corporate Secretary BSB Evi Yulia Kurniawati menerangkan, dalam percepatan pertumbuhan bisnis yang dikarenakan keterbatasan outlet, pihaknya memutuskan untuk menjalin kemitraan bersama PT Bank Bukopin. Bentuknya adalah pemanfaatan kantor Bank Bukopin yang juga sebagai kantor layanan syariah berkonsep Layanan Syariah Bank (LSB).

“LSB itu memberikan layanan transaksi serta pemasaran produk maupun jasa BSB. Hingga saat ini, outlet BSB berjumlah sekitar 102 outlet. Rincinya 12 kantor cabang, 7 kantor cabang pembantu, 4 kantor kas, 5 mobil kas keliling, 74 layanan syariah bank, dan 30 anjungan tunai mandiri (ATM) BSB,” katanya

Lebih lanjut menerangkan, dalam kinerja keuangan Perseroan pada November 2016 menunjukkan perkembangan yang semakin baik dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset sebesar 15,11 persen atau menjadi Rp 6,17 triliun. Lalu pembiayaan tumbuh 13,82 persen menjadi Rp 4,78 triliun. Untuk dana pihak ketiga (DPK) sebesar 14,47 persen atau menjadi Rp 4,98 triliun.

“Laba per November 2016 naik 63,54 persen. Posisi rasio kecukupan modal Perseroan per 30 November 2016 sebesar 15,07 persen. Secara umum, kinerja keuangan pada lima tahun terakhir yakni 2011-2015, aset rata-rata tumbuh di angka 21,07 persen per tahun. Pembiayaan 22,81 persen per tahun, dan DPK 20,08 persen per tahun,” jelasnya.

Selain itu, pemegang saham perseroan juga telah sepakat untuk menambah modal setiap tahun hingga mencapai batal minimal masuk BUKU II pada 2018. Per November 2016 modal inti BSB ada di kisaran Rp750 miliar. (njs/dbs)


Back to Top