Beri Edukasi kepada Mahasiswa, BI Jambi Luncurkan Buku Perjalanan Bank Syariah

gomuslim.co.id- Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Jambi menggelar Seminar Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia, Selasa (13/12). Acara yang dihadiri oleh Kepala Kantor BI Perwakilan Jambi V Carlusa, Direktur Departemen Riset Kebanksentralan Bank Indonesia Andang Setyobudi, mahasiswa GenBi, Rektor IAIN STS Jambi dan perbankan lainnya ini  digelar di Ballroom‎ Swissbel Hotel Jambi.

Ekonomi Islam atau lebih dikenal dengan ekonomi syariah telah masuk ke Indonesia sudah bertahun-tahun lamanya. Namun, perkembangannya di Indonesia masih terkendala oleh beberapa aspek‎ seperti konsep ekonomi Islam yang belum sepenuhnya diketahui masyarakat secara luas, dan belum maksimalnya kinerja institusi atau lembaga yang mendukung perkembangannya.

Selain itu, mayoritas umat Islam di Indonesia juga belum sepenuhnya menerima dan mempraktikkan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan berbagai sebab. Padahal, perbankan Syariah juga telah menjadi salah satu lembaga keuangan alternatif dalam industri keuangan yang mendorong perkembangan praktik ekonomi Islam di Indonesia dalam dasawarsa terakhir.‎

Salah satu penyebabnya adalah praktik keuangan dari ekonomi konvensional telah hadir terlebih dahulu dan secara luas diterima oleh masyarakat Indonesia.

Kepala Kantor BI Perwakilan Jambi V Carlusa mengatakan Perbankan Syariah sebagai salah satu industri keuangan memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat dan bank, dengan berlandaskan pada prinsip keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan serta menghindari kegiatan spekulatif dalam transaksi keuangan.

Seiring dengan terjadinya perlambatan perekonomian global pada tahun ini, industri perbankan secara umum sebagai bagian dari sistem keuangan nasional juga mengalami penurunan, termasuk perbankan syariah. Hal ini tercermin dari indikator kinerja perbankan yang menurun. 

Sementara untuk aset perbankan syariah di Provinsi Jambi saja misalnya, masih mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, pada September 2016 aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp 2,22 Triliun atau 5,92 persen dari total aset perbankan di Provinsi Jambi. 

Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah juga mengalami penurunan hingga 39,06% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 999,58 Miliar.

"Namun demikian, perbankan syariah tetap berupaya menjalankan perannya sebagai salah satu sumber pembiayaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Tercermin dari tingkat rasio pembiayaan (FDR) nya yang tinggi," kata Carlusa.

Sementara itu, ‎Direktur Grup Riset Kebanksentralan Bank Indonesia Andang Setyobudi mengatakan, Perbankan syariah sangat berperan penting untuk memajukan bangsa ini. Katanya, diakhir 2013, perbankan syariah Indonesia telah menjadi the biggest retail Islamic banking  di dunia yang memiliki 17.3 juta nasabah,  2990 kantor bank, 1267 layanan syariah dan 43 ribu karyawan.

Untuk diketahui, selain seminar, dalam acara tersebut juga sekaligus diluncurkannya buku perjalanan perbankan syariah di Indonesia dan BEMP Go Publis. ‎Melalui buku yang disosialisasikan dalam forum itu, diharapkan seluruh pihak dapat memahami secara mendalam detail perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia. 

Buku ini juga diharapkan mampu menjadi alternatif referensi pengajaran atau bahkan dapat dijadikan sebagai buku teks dalam mata kuliah keuangan dan perbankan syariah. Untuk menambah pengetahuan pembaca, isi buku ini tidak hanya mencakup sejarah dan peristiwa penting perbankan syariah di tanah air, tetapi juga berisi landasan teori, filosofi, analisis, serta hikmah-hikmah dari ilmu ekonomi, keuangan, dan perbankan syariah. (ari/dbs)


Back to Top