Laznas BMH Berhasil Kumpulkan Dana Rp130 Miliar Tahun Ini

gomuslim.co.id- Umat Muslim di Indonesia memiliki kesadaran yang tinggi akan kewajiban diri dalam menjalankan perintah Allah SWT. Bahkan, tingkat kesadaran ini pun terus mengalami peningkatan yang signifikan, seiring dengan banyaknya polemik serta bencana alam yang terjadi di Indonesia. Hal ini juga dapat dilihat dalam urusan menunaikan kewajiban  berzakat, memberikan sedekah dan infak.

Laznas sendiri sebagai lembaga Zakat menilai bahwa peningkatan keinginan berzakat masyarakat Indonesia merupakan sebah kabar gembira dan patut dibudayakan. Meskipun masih tetap perlu diawasi pendistribusiannya.

"Tentu saja ini berita gembira bagi kaum Muslimin di Indonesia. Meski tentu saja, berbagai instrumen agar hadirnya kesadaran umat Islam ini bisa terfasilitasi dan tersalurkan secara amanah, profesional dan berdampak besar dalam progresifitas pengentasan kemiskinan, pembangunan dan pencerdasan kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkap Direktur Utama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Supendi pada keterangan pers yang diterima oleh gomuslim.

Lebih lanjut, Supendi juga menuturkan bahwa Laznas BMH telah berkiprah di negeri ini sejak tahun 2001 silam dan telah berada di 33 provinsi di Indonesia. Pencatatan perolehan  terus mengalami peningkatan dan sebaran pendistribusian dana ziswaf (zakat, infak, sedekah dan wakaf)   juga kian meluas bahkan angkanya cukup fantastis.
 
"Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang telah ditetapkan Menteri Agama dengan SK no. 425 Tahun 2015. Pada tahun 2015, BMH berhasil menghimpun dana ziswaf sebesar Rp 97 miliar dan pada tahun 2016 diperkirakan akan mencapai Rp 130 miliar," ucap Supendi.

Namun, Supendi menambahkan bahwa angka tersebut  masih sangat kecil jika dibandingkan dengan potensi zakat yang ada di Indonesia yang mencapai angka ratusan triliun rupiah."Terlebih kalau  melihat luasnya jangkauan wilayah NKRI di mana di setiap daerah, selalu ada yang mengundang kepedulian kita semua," tambah Supendi.

Sementara itu, Kepala Humas BMH Pusat Imam Nawawi mengemukakan, BMH akan menggelar  Rakernas XIII di Depok pada 19-21 Desember 2016. Rakernas tersebut  mengusung tema  “ Meningkatkan Kualitas Layanan dan Pemberdayaan Untuk Optimalisasi Penghimpunan Ziswaf."

Rakernas XIII Laznas BMH juga bakal dimeriahkan dengan  even spesial. "Rakernas kali ini diadakan event Change Maker Award yang didedikasikan kepada para da’i di berbagai bidang, seperti peternakan, pendidikan, dan keuangan yang tidak saja telah berhasil membangun usaha, tetapi juga telah sukses membina dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya,"  tutur Imam Nawawi.

Untuk diketahui, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) merupakan lembaga amil zakat yang bergerak dalam penghimpunan dana Zakat, infaq, sedekah, kemanusiaan, dan CSR perusahaan, dan melakukan distribusi melalui program pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi secara nasional.

Kantor layanan LAZNAS BMH hadir di 27 Propinsi dengan 69 unit pembantu penghimpunan (UPP) zakat, infak dan sedekah. Kami wujudkan semua sebagai komitmen untuk menjadi perantara kebaikan, memberi kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ZISWAF agar Indonesia yang lebih berartabat.

Kiprah program BMH dari hasil pengelolaan zakat telah melintasi berbagai daerah di Indonesia, setidaknya 287 Pesantren telah eksis dan berkiprah, 5213 Dai Tangguh telah meyebar seantero nusantara, ribuan keluarga dhuafa telah terberdayakan dan mandiri, ribuan anak usia sekolah mendapatkan pendidikan yang layak. Semua adalah wujud nyata dari pengelolaan ZISWAF yang dikelola. (ari/dbs)


Back to Top