Tingkatkan Kualitas Tenaga Pengajar, Kota Bogor Beri Kesejahteraan dan Pembinaan untuk Guru Ngaji

gomuslim.co.id- Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran serta kesejahteraan tenaga pengajar, sebanyak 484 guru mengaji di Kota Bogor, Jawa Barat mendapat pembinaan dari pemerintah daerah setempat. Selama ini, guru mengaji kurang mendapatkan perhatian dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan dukungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para guru pengajar Alquran tersebut.

"Untuk pertama kalinya kegiatan pembinaan ini dilaksanakan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada guru ngaji di wilayah," ungkap Arif Rahman Badruddin, Kasubag Kemasyarakatan, Pemerintah Kota Bogor, Rabu (14/12).

Arif mengatakan bahwa pembinaan diberikan berupa penyampaian materi dari narasumber yang berasal dari sejumlah tokoh MUI Kota Bogor. Materi berupa dasar-dasar dan metode pengajaran Alquran yang baik dan benar.

"Ada interaktif dan diskusi antara nara sumber dan peserta pelatihan, dengan harapan menambah pengayaan para guru ngaji dalam mengajar," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Bogor juga memberikan uang pembinaan bagi guru mengaji dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pengajar Alquran tersebut.

Uang pembinaan tersebut lanjut Arif, sebesar Rp 900 ribu per orang, diberikan setiap tiga bulan sebesar Rp 300 ribu. Total anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Bogor untuk pembinaan guru mengaji sebesar Rp 750 juta.

"Untuk tahap awal ini, dana pembinaan baru kita bisa berikan kepada 484 guru ngaji, rencana tahun depan akan diperluas lagi jumlah penerimanya," tutur Arif.

Berdasarkan hasil survei dan pendataan tahun 2016, total jumlah guru mengaji di Kota Bogor tercatat 1.934 orang. Setelah dilakukan verifikasi, dari jumlah tersebut sebagian besar guru mengaji ada yang berprofesi sebagai PNS, pegawai swasta nasional, polisi dan banyak juga yang tidak memiliki pekerjaan, hanya murni mengajar mengaji.

"484 guru ngaji ini adalah mereka yang tidak memiliki profesi lain selain mengajar ngaji, bahkan beberapa ada yang berprofesi sebagai buruh dan petani," ucap Arif.

Peran guru mengaji tak kalah besar dibandingkan dengan guru di sekolah formal. Jika guru di sekolah formal menempa kecerdasan intelektual sesorang, guru ngaji menyeimbangkannya dengan memberikan kecerdasan spiritual.

"Karena kita tak cukup hanya cerdas intelektual, tapi juga harus cerdas spiritual dan akhlak yang bagus,” lanjutnya.

Guru ngaji hakikatnya adalah mengemban misi agung dalam menjaga eksistensi Alquran. Hal ini karena Alquran sebagai mukjizat nabi menempati posisi penting dalam membimbing umat manusia pada kehidupan yang lebih baik, dan selama berabad-abad lamanya keberadaan Alquran sebagai kitab suci Alquran telah mampu menjadi hidayah (petunjuk) yang vital bagi umat yang mengikutinya baik pada masa lalu, sekarang ataupun masa yang akan datang. Maka profesi mengajar Alquran tidak mengenal istilah tidak relevan, pada era apapun guru ngaji merupakan profesi agung.

Dalam membentuk manusia-manusia seutuhnya guru ngaji berperan sebagai penyambung ajaran Nabi Muhammad SAW yaitu seorang yang sah dalam menerima wahyu Allah SWT untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. (nat/dbs)


Back to Top