Persyaratan Belum Rampung, Bank Jatim Tunda Spin Off Unit Syariah Tahun Depan

gomuslim.co.id- Perbankan syariah di Indonesia terus mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Hal demikian seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan usaha yang sesuai dengan syariah. Beberapa bank konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) pun kini telah banyak yang melakukan spin off (pemisahan) termasuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).

Namun, baru-baru ini, PT Bank Jatim Tbk akan menunda pemisahan alias spin off unit usaha syariah (UUS) hingga tahun depan. Pasalnya, ada beberapa proses persyaratan yang belum rampung dilakukan. Jika sesuai rencana, bank tersebut akan melangsungkan spin off tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Bank Jatim Ferdian Satyagraha menjelaskan, salah satu persyaratan spin off yaitu izin prinsip yang harus diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Izin prinsip bank umum syariah (BUS) ke OJK hingga saat ini masih dalam proses pemenuhan, jadi rencana untuk melakukan spin off kami tunda di tahun berikutnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, rencana spin off tersebut telah mendapatkan persetujuan dari RUPS Tahunan Bank Jatim Tahun buku 2015 yang diselenggarakan pada 26 Januari 2016 lalu. Salah satu keputusannya adalah menyetujui usulan agenda keenam tentang pemisahan (spin off) unit usaha syariah dengan cara pendirian bank umum syariah pada 2016.

Pada kuartal III 2016, Bank Jatim mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 20,11% year on year menjadi Rp 836,58 miliar. Capaian ini didukung kenaikan pendapatan bunga bersih sekitar 6,86% yoy menjadi Rp 2,54 triliun, serta penyaluran kredit yang naik 1,33% yoy menjadi Rp 29,62 triliun.

Adapun rasio keuangan Bank Jatim pada posisi September 2016, antara lain return on equity (ROE) sekitar 20,14%, net interest margin (NIM) sekitar 6,70%, return on asset (ROA) sekitar 3,09%.

Hingga kurun waktu tersebut, jumlah jaringan Bank Jatim telah emncapai 1.453 titik layanan, yang terdiri dari 1 kantor pusat, 46 kantor cabang, 167 cabang pembantu, 185 kantor kas, 97 kantor layanan syariah, 175 payment point, 79 kas mobil, 6 mobil ATM, 695 ATM, dan 2 CDM.Pada perdagangan pukul 11.57 WIB, harga saham BJTM ini turun 15 poin atau 2,58% ke level Rp565.Sebagai informasi, Bank Jatim menargetkan tahun 2016 penyaluran kredit tumbuh 14,98%. Tercatat, penyaluran kredit pada tahun 2014 sebesar Rp 28,41 triliun atau naik 8,46%.

Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso mengatakan, selain kredit dalam RBB tahun 2016 ini ditargetkan tumbuh, jumlah aset meningkat 10,56%, dana pihak ketiga juga naik 11,52%, pendapatan bunga bertambah 12,67%.

“Berdasarkan laporan keuangan tahun 2014. Didapatkan bahwa penyaluran kredit Rp 28,41 triliun (naik 8,46%), perolehan dana pihak ketiga (DPK) Rp 34,26 triliun (naik 13,19%), dan pendapatan bunga Rp 4,70 triliun (naik 15,17%). DPK Bank Jatim masih didominasi oleh giro sebagai penyumbang angka tertinggi yaitu sebesar Rp 13,49 triliun atau naik 15,84%, berikutnya adalah tabungan Rp 12,75 triliun atau naik 16,03%, dan deposito Rp 8,02 triliun atau naik 5,06%,” paparnya. (njs/dbs)

 


Back to Top