Jalin Kerja Sama Bidang Pariwisata, Presiden Iran Berharap Ada Penerbangan Langsung Jakarta-Teheran

gomuslim.co.id- Pada saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Iran, Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan harapannya agar terealisasinya penerbangan langsung Jakarta-Teheran dan sebaliknya, dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan oleh publikasi resmi Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (15/12). Presiden Joko Widodo memang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran pada Rabu (14/12). Dalam pertemuannya dengan Hassan Rouhani, Jokowi membahas berbagai hal, salah satunya ialah kerja sama pengembangan wisata kedua negara.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri ESDM Ignasius Jonan juga turut hadir dalam pertemuan hangat itu. Hassan Rouhani mengatakan kalau penerbangan langsung Jakarta-Iran tak hanya meningkatkan potensi wisata kedua negara, tapi juga potensi kerja sama di bidang lain.

Ia menambahkan, penerbangan langsung juga merupakan wujud dari peran aktif kedua negara dalam mengatasi masalah people to people contact.

"Kita akan coba hitung bagaimana nanti pelaksanaannya, tetapi prinsipnya kedua pemimpin sepakat mengenai pentingnya upaya bersama untuk meningkatan kerja sama di bidang pariwisata," ujar Menlu dalam keterangan resmi tersebut.

Menteri ESDM juga menambahkan tak hanya di bidang pariwisata saja, sejumlah kesepakatan kerja di bidang lain juga dicapai dalam pertemuan tersebut, di antaranya dalam bidang energi dan migas, yang memang merupakan fokus kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Iran.

Salah satu kerja sama yang juga disepakati adalah mengenai pengelolaan bersama dua ladang minyak di Ab-Teymoura dan Mansouri serta kerja sama pembangunan kilang minyak atau refinery berkapasitas 300.000 barel dengan nilai investasi sekitar US$5 miliar (sekitar Rp66,8 triliun).

"Ada satu patungan yang akan dijalankan untuk membangun pengolahan minyak mentah menjadi minyak jadi di daerah Jawa Timur, itu antara perusahaan minyak Iran dengan pihak swasta di Indonesia," kata Jonan dalam keterangan resmi yang sama.

Kementerian Pariwisata menunjukkan kalau jumlah wisatawan mancanegara asal negara Arab sekitar 11.565 orang, data ini diambil hingga bulan Oktober silam. Bahkan sampai September, ada 7.700 wisatawan asal Iran yang mengurus izin visa kunjungan ke Indonesia. Jumah itu mengalami peningkatan dari tahun lalu, yang hanya sebanyak 5.100 wisatawan. Destinasi Halal Lombok disebut-sebut menjadi kawasan wisata yang populer bagi wisatawan Iran.

Jumlah warga Iran yang berwisata ke Indonesia terus meningkat. Novi menyampaikan, hingga bulan September 2016, ada 7.700 warga Iran yang mengurus izin visa kunjungan ke Indonesia.

Potensi pasar wisatawan di Iran masih terbuka lebar untuk Lombok. Bagaimana tidak, dengan jumlah penduduk Iran yang sebanyak 80 juta jiwa, maka Iran merupakan pangsa pasar wisatawan yang sangat potensial. Jika kerjasama ini digarap serius, maka bukan tidak mungkin nantinya Lombok akan menjadi destinasi wisata utama bagi para wisatawan asal Iran, biasanya liburan pada musim panas, yakni bulan Agustus-September, dan liburan tahun baru Iran, yaitu bulan Maret-April. (nat/dbs)


Back to Top