Liburan Akhir Tahun

Jadi Pilihan Destinasi Baru, Kabupaten Lebak Tebar Pesona Wisata Alam, Budaya dan Religi

gomuslim.co.id- Bulan ini menjadi pengunjung di akhir tahun 2016 dan kini masyarakat sedang sibuk memilih destinasi wisata di dalam maupun luar kota. Tapi, sebagian orang  yang tidak menginginkan bepergian terlalu jauh karena bayang-bayang macet kerapkali menjadi permasalahan di akhir tahun. Karena itu, banyak orang yang ingin berwisata ke destinasi yang tidak terlalu jauh dari Ibu kota.

Kini tidak perlu untuk menentukan destinasi wisata. Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak di Provinsi Banten bisa jadi alternatifnya. Dari Jakarta menuju Lebak hanya membutuhkan waktu 3 jam saja. Istimewanya, Lebak juga sudah mempersiapkan beragam acara untuk merayakan pergantian tahun.

”Sangat cocok untuk tahun baru bersama keluarga, kami punya Pantai Sawarna, pemandian air panas Cipanas, Pantai Bageudur, Cibobos, Pulo Manuk, Baduy, Arung Jeram, dan Binuangeun,” ujar Hayat Syahida selaku Kepala Dinas Pariwisata Lebak.

Dalam berbagai kesempatan, Menpar Arief Yahya menyampaikan jika wisatawan sebaiknya tidak menempuh perjalanan darat lebih dari 2 sampai 2.5 jam. Jika sudah begitu, wisatawan akan merasa bosan dan enggan datang kembali meskipun destinasinya bagus.
Hayat mengatakan bahwa di akhir tahun 2016 ini pihaknya menargetkan kedatangan 300 ribu wisatawan.

”Lebih banyak lebih bagus, karena per bulan Oktober saja sudah 270 ribu wisatawan. Kami optimis karena hanya lewat darat dari Jakarta, Lebak mudah didatangi,” pungkas Hayat.

Di samping itu pihaknya juga sudah menargetkan di tahun 2017, Lebak bisa dikunjungi oleh 500 ribu wisatawan. Untuk memenuhi target tersebut,  Hayat menjelaskan bahwa Pemkab Lebak akan segera membenahi sarana dan prasarana di sejumlah tempat wisata, terutama destinasi wisata yang menjadi andalan. Selain itu, berbagai event akan digelar guna menarik minat wisatawan.

"Kami juga terus berupaya mencari destinasi baru agar seluruh potensi wisata di Lebak bisa dimaksimalkan," tuturnya.

Untuk urusan kearifan lokal dan seni, Lebak jadi jagoannya. Sebut saja Musik Gamelan Tatalu, serta pertunjukan kesenian khas Baduy Mapag Semah. Lebak juga saat ini sedang menggenjot wisata religi 1000 Madrasah. Terkait hal itu Iti Octavia Jayabaya yang merupakan Bupati Lebak mengatakan, saat ini pihaknya tengah memfokuskan tiga hal yang akan digenjot terkait Pariwisata.

Konsentrasinya ada pada wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi. Kata Iti, Lebak memang memiliki potensi besar di wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi. Hal itu dikarenakan, Lebak berdekatan dengan 10 Bali Baru, yakni Tanjung Lesung.

Wisata alamnya, seperti pantai Ciantir Sawarna yang merupakan tempat wisata terpopuler di Lebak. Selain itu, ada juga Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Kebun Teh Cikuya yang punya panorama seperti Puncak – Bogor, Curug Munding, Pantai Bagedur, Curug Ciporolak, Curug Kumpay, serta Gua Lalay.

“Semuanya indah. Silakan datang dan berwisata ke tempat-tempat tadi,” ungkap Bupati Lebak.

Wisata budayanya juga tidak kalah menarik. Lebak punya Baduy yang sudah mendunia.  Wisata budaya ini, diyakini punya nilai tinggi lantaran di Baduy bisa dijumpai kehidupan alami seperti komunitas suku Aborigin di Australia, suku Amish di Amerika Serikat, atau suku Incha di Manchu Pichu Peru.

Sementara untuk wisata religi, Lebak punya ribuan madrasah dan pesantren yang bisa diandalkan. “Jumlahnya sekitar 1.200-an. Potensi pariwisata nusantaranya sangat besar karena setiap minggunya ada sekitar 5.000-an orang tua yang menjenguk anaknya di Lebak,” pungkas Iti. (nat/cnn/dbs)


Back to Top