Dapat Dua Keberkahan di Akhir Tahun, Ini Pesan Menag untuk Sivitas IAIN Jambi

gomuslim.co.id- Pemerintah terus mendorong pengembangan pendidikan tinggi Islam di Tanah Air. Perubahan status dari institut menjadi universitas menjadi salah satu langkah integrasi keilmuan supaya pendidikan tinggi Islam dapat di terima secara global. Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo menyetujui proses transformasi IAIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menjadi UIN.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan selain proses transformasi, IAIN Jambi juga mendapatkan bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) dalam jumlah signifikan. “Ini adalah dua keberkahan bagi Keluarga Besar Civitas Akademika IAIN STS, Jambi di penghujung tahun 2016,” ujarnya, Kamis (15/12).

Lebih lanjut, Menag mengungkapkan kedua hal tersebut merupakan sebuah amanah besar yang harus diemban semua pihak. “Saya titip, dua karunia tersebut dijaga, dipergunakan untuk membuka dialog yang diperlukan untuk kemajuan lembaga ini. Selagi kita diberi kepercayaan memegang amanah, mari pergunakan untuk seluas-luasnya untuk kemaslahatan,” paparnya.

Kehadiran Menag di Jambi dalam rangka menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka, Dies Natalis Ke-49 dan Wisuda ke-52 IAIN STS Jambi. Sebanyak 417 Sarjana, 97 Magister, dan 10 Doktor diwisuda dalam sidang senat yang berlangsung di Auditorium Chatib Quzwain.

Menurut Menag, hidup yang hanya sekali harus dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan dan kemaslahatan. Untuk itu, karunia yang diberikan kepada IAIN STS Jambi harus dijaga, dipergunakan, dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan. "Mari, kita wariskan yang terbaik kepada anak cucu dan pengganti kita, kita berikan yang terbaik untuk peradaban," pesan Menag.

Wisuda kali ini mengangkat tema UINisasi: Mencetak Alumni Berdaya Saing Tinggi dengan Distingsi Islamic Entrepreneurship". Tema ini menurut Menag relevan dengan kondisi zaman. IAIN Jambi ke depan dituntut untuk dapat menjadi center of excellence.

Sebagai lembaga pendidikan, IAIN Jambi harus mampu menjawab tantangan dunia kerja dengan mencetak lulusan yang dinanti dan dirindukan keahliannya diberbagai bidang. "Kekhasan IAIN STS Jambi yakni Islamic Entrepreneurship, harus terus dikembangkan. Jadilah subyek yang dinanti dunia kerja, jangan jadi obyek pelamar kerja," tutur Menag.

Sebelumnya, Rektor IAIN STS Jambi menyampaikan perkembangan IAIN STS yang dalam waktu dekat, akan menjadi UIN. Menurutnya, Presiden telah mengijinkan IAIN Jambi menjadi UIN. "Kami berupaya mempercepat perubahan ini dengan terus berkomitmen mewujudkan visi IAIN Jambi yang responsif, inovatif, dan kompetitif yang Islami," terang Rektor.

Rektor juga menunjukkan perkembangan mahasiswa IAIN Jambi, perkembangan Akreditasi Program Studi dan aspek pengembangan kualitas alumni, dosen dan pegawai IAIN STS untuk menuju UIN STS Jambi. Menurutnya, total mahasiswa IAIN STS Jambi saat ini tercatat sebanyak 11.782, naik 24% dari dua tahun lalu yang berjumlah 9.474 orang. Dari jumlah itu, ada 186 mahasiswa luar negeri, utamanya dari Malaysia dan Thailand, yang belajar di IAIN Jambi.

Saat ini, IAIN STS Jambi mempunyai 31 prodi dan semuanya telah terakreditasi oleh BAN-PT kecuali dua prodi baru yang sedang proses akreditasi. Ada 4 prodi telah terakreditasi A, yakni: PAI, Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Perbandingan Madzab (PM).

Sehubungan perubahan menjadi UIN, IAIN Jambi sedang mengagendakan pembentukan 16 prodi baru sebagai cikal bakal pendirian fakultas baru. Tahun ini, ada 2 profesor baru sehingga ada guru besar di IAIN STS Jambi. Selain itu, ada 79 dosen (32%) yang sudah bergelar doktor.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli, Kakanwil Kemenag Jambi M Thahir, Staf Khusus Ali Zawawi, Direktur Diktis Amsal Bachtiar, dan Sesmen Khoirul Huda Basyir. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top