Masjid Islamic Center Washington DC Jadi Simbol Kebangkitan Islam di Negeri Paman Sam

gomuslim.co.id- Masjid Islamic Center Washington DC merupakan salah satu Masjid bersejarah, berdiri di Washington DC AS, pada tahun 1950. Masjid ini merupakan konstruksi pertama dengan gaya tradisi Islami di Negeri Paman Sam. Ciri arsitekturnya meniru gaya bangunan Kesultanan Mamluk di Kairo. Tidak cukup itu, masjid ini juga meniru bentuk khas Kesultanan Ottoman dan corak yang biasa ditemui di bangunan-bangunan bersejarah Andalusia, Spanyol.

Di balik anggunnya masjid ini, sosok Mario Rossi merupakan arsitek non-Muslim yang merancang masjid ini. Rossi berkebangsaan Italia, tapi banyak berkecimpung di Timur Tengah, terutama Mesir.

Ia merancang masjid ini dengan dukungan Pemerintah Mesir dan berbagai yayasan filantropis, sehingga mencapai tujuan untuk membangun rumah ibadah yang representatif bagi warga Muslim AS.

Karena itu, wajar apabila arsitektur bangunan ini memadukan gaya khas Timur Tengah dengan tidak meninggalkan corak Amerika. Pendekatan ini banyak digunakan arsitek Muslim maupun non-Muslim.

“Bagi mayoritas mereka, imitasi gaya berarti menangkap cita rasa dari peninggalan masa lalu dan yang akrab, mencampurkan yang lama dengan yang baru,” ujar Dr Omar Khalidi seorang peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Sentuhan nuansa nostalgia tampak bagi komunitas Muslim Washington DC. Dalam kata-kata arsitek non-Muslim William Preston, nuansa ini diikat oleh stabilitas dan sisi kemanusiaan yang terwujud dalam arsitektur pramodern Barat. Tugas sang arsitek adalah mendatangkan kembali masa lalu, soal-soal yang kita akrab. Tujuannya, agar para jamaah masjid merasa seperti di kampung halaman sendiri, kata William.

Masjid ini segera menjadi simbol persatuan umat Islam sedunia dan identitas tersendiri di AS. Saat ini, bangunan ini Masjid Islamic Center Washington DC termasuk daftar cagar budaya Survei Bangunan Bersejarah Amerika.

Interiornya memiliki ukiran dan corak yang bercirikan multietnis. Hiasan yang melapisi dinding masjid ini merupakan hibah dari Pemerintah Turki saat itu. Adapun lampu megah yang menggantung di langit-langit adalah pemberian pihak Mesir. Karpet masjid ini merupakan donasi dari raja Iran saat itu. Bukan hanya pihak pemerintah negara-negara sahabat, melainkan juga kaum dermawan Muslim dari penjuru dunia ikut menyumbang.

Bangunan masjid ini jika dilihat dari atas hanyalah persegi panjang. Dindingnya papan dan berlantai fondasi blok sinder. Hanya ada satu kubah berukuran tidak besar di dekat gerbang. Namun, berpuluh-puluh tahun kemudian, kaum Muslim AS justru berupaya menelusuri dan mewujudkan jejak sejarah keislaman melalui arsitektur masjid mereka. Salah satunya, Islamic Center di Washington DC.

Di antara Islamic Center yang tersebar di seluruh AS, Masjid Islamic Center Washington DC merupakan yang pertama terbesar. Ini masih memakai struktur bangunan tradisional agama Islam. Sampai sekarang, Masjid Islamic Center Washington DC adalah salah satu bangunan terpenting yang pernah dibangun di AS. (nat/dbs)


Back to Top