Diusulkan Jadi Bank Syariah, Bank BTN Masih Tunggu Holding BUMN

gomuslim.co.id- Pengembangan industri syariah di Indonesia terus didorong semua pihak. Tidak terkecuali oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Baru-baru ini, DSN MUI mengusulkan pembentukan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) syariah. Hal demikian seiring dengan rencana kementerian BUMN tentang kajian merger dan holding bank syariah beberapa waktu lalu.

Diketahui, targetnya holding bank syariah oleh kementerian BUMN ini akan terbentuk satu tahun berikutnya. Di dalam holding Bank BUMN Syariah ini terdapat BRI Syariah, Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BTN Syariah. Targetnya dari pembentukan holding ini ialah perbankan syariah bisa memiliki market share 15%, saat ini baru 3%.

Menurut DSN MUI, salah satu bank BUMN yang dinilai cocok untuk menjadi bank syariah adalah Bank Tabungan Negara (BTN). Hal ini karena Bank BTN memiliki produk kredit pemilikan rumah (KPR) yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak. Namun, pihak Bank BTN sendiri masih menunggu keputusan holding dari kementerian BUMN.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) M Gunawan Yasni mengatakan, pembentukan Bank BUMN Syariah sudah banyak diusulkan oleh banyak pihak, tidak hanya dari DSN. Menurutnya, DSN secara khusus menilai BTN tepat untuk dijadikan Bank BUMN syariah. “Karena produk KPR dan pembiayaan bunga tetap sangat mungkin dijadikan akad murabahah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan Bank BTN, Iman Nugroho Soeko mengatakan, Unit Usaha Syariah (UUS) bank BTN memang fokus di sektor pembiayaan perumahan dengan portofolio pembiayaan sekitar Rp 14 triliun. “Untuk produk pembiayaan perumahan syariah tidak ada problem, semua sudah syariah compliance,” ujarnya belum lama ini.

Lebih lanjut Iman menuturkan, Kementerian BUMN saat ini masih melakukan kajian tentang anak perusahaan bank BUMN syariah terkait pembentukan holding bank BUMN. Sehingga belum ditentukan bank mana yang akan dijadikan syariah. “Kita belum memutuskan untuk itu karena masih menunggu keputusan pastinya dari kementerian BUMN,” katanya.  

Menurut Iman, ke depannya yang perlu diperhatikan adalah mengenai strategi pengembangannya. Apakah semua anak perusahaan syariah dari bank BUMN yang digabung atau dikembangkan masing-masing terlebih dahulu. “Ini mungkin nanti yang harus dipikirkan oleh direksi holding bank BUMN dan kementerian BUMN,” ungkapnya.

Sementara itu hingga November 2016, kredit dan pembiayaan syariah BTN tumbuh sebesar 17,01 persen yoy. Pencapaian bulan tersebut terhadap target tahun ini telah mencapai sekitar  96,2 persen.

Disisi lain, Bank BTN Syariah Cabang Semarang berencana membangun sekitar 3000 an unit rumah bersubsidi pemerintah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2016. Target tersebut diharapkan tercapai di tahun berikutnya di beberapa wilayah Jawa Tengah. Dalam realisasinya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sampai akhir tahun ini sudah 95 persen. (njs/dbs)


Back to Top