Jakarta Halal Food Fest 2016 Jadi Ajang Kampanye Kuliner Halal Ibu Kota

gomuslim.co.id- Jakarta Halal Food Festival (JHFF) 2016 digelar pada 17 hingga 18 Desember 2016 di Blok M Square, Jakarta. Acara ini berkonsep bazar outdoor dengan mini panggung, selain itu festifal yang berlangsung dua hari ini menyediakan 30 tenant makanan dan minuman yang tentunya bersertifikat halal.

Acara JHFF 2016 dimeriahkan oleh berbagai macam hiburan dan talk show. Mulai dari Musik Tradisional Cilacap (Calung), Jazz Gathering, Sweet Rock Memories Band, Lawas Nite, Halal Cooking Competition, Halal Cooking Demo, Nasyid Competition dan lainnya.

Beragam jenis makanan minuman halal ditawarkan kepada pengunjung yang bertujuan sebagai bentuk kampanye mendukung pemerintah dalam mendaftarkan sertifikat halal MUI kepada para pelaku usaha. Karena sertifikat halal menjamin makanan dan minuman yang diproduksi aman dan layak dikonsumsi ole konsumen, selain itu kualitas bahan baku juga terjamin, dan kebersihan peralatan yang digunakan pada saat proses produksi memenuhi standar.

“Selain menjaga kebersihan dan kualitas makanan, sertifikat halal sangat penting bagi umat Islam, karena wajib hukumnya untuk mengkonsumsi makanan halal,” ujar Endang Sugino, selaku owner Mirama Jalejo salah satu tenant.

Kuliner yang ditawarkan di acara ini sangat beragam, mulai dari makanan berat hingga cemilan, selain itu minumannya pun bervariasi, diantaranya ada Jajanan oleh-oleh khas Jakarta seperti kue betawi onde-onde, kembang goyang, es cendol durian dan masih banyak lagi yang sudah memiliki Cap Jempol dari Pemprov. DKI Jakarta, yang tentu sudah memiliki sertifikat halal.

Makanan dan minuman yang diproduksi Endang berbeda dengan produsen kue betawi lainnya. Dia menggunakan tepung kacang-kacangan yang diolah dan diproduksi secara homemade. Bahan-bahan yang digunakannya pun bersertifikat halal, sehingga selain terjamin kehalalannya juga terjamin mutu kualitas dan kesehatannya.

Selain jajanan, kue kering bersertifikat halal, Bakso Gulung Cipayung milik Leni Hertiyanti  juga turut ambil bagian menjadi salah satu tenant JHFF 2016, bakso yang identik dengan daging sapi terkadang diragukan kehalalan daging sebagai bahan bakunya, namun untuk bakso gulung yang satu ini tidak demikian, pasalnya daging bakso yang diproduksi secara rumahan ini didatangkan langsung dari rumah penjagalan yang sudah memenuhi standar halal dan bersertifikat. Pada saat proses pemotongan sapi, rumah penjagalan ini turut membacakan doa di saat proses penyembelihan.

Leni mengaku sudah mendaftarkan produk bakso gulungnya sejak tahun 2012 silam, dan setiap tiga tahun sekali sertifikat halalnya harus diperpanjang, hal ini guna mengupdate data bahan baku yang digunakan ada perubahan atau tidak, hal demikian wajib dilaporkan untuk menjaga mutu kehalalannya.

“Sekecil apapun perubahan itu tetap harus dilaporkan, perubahan penggunaan merek garam pun juag harus dicantumkan sebagai bagian dari data terupdate untuk memperpanjang sertifikat halal,” tukas Leni.

Mengajukan sertifikat halal kepada MUI menjadi sebuah keharusan bagi pelaku usaha terlebih lagi usaha kuliner, karena penggunaan segala sesuatu yang halal merupakan kewajiban yang harus dipenuhi umat muslim.

Festival Makanan Halal yang pertama di adakan di tahun 2016 ini juga menghadirkan Mobile Masjid sebagai fasilitas pendukung untuk memudahkan pengunjung menunaikan shalat lima waktu.

HFF 2016 juga didukung penuh oleh banyak pihak. Di antaranya MUI DKI Jakarta, LPPOM DKI, Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia DKI (JPMI DKI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI, KNPI DKI, Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), Indonesia Halal Center, Asosiasi Chef Halal, Surga pruener serta beberapa komunitas halal yang ada di Indonesia. (nat)


Back to Top