Perkuat SDM, Perbankan Syariah Indonesia Segera Miliki Standar Kompetensi Kerja Nasional

gomuslim.co.id- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sedang menyiapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk perbankan syariah. Hal demikian dilakukan dalam rangka meningkatkan link and match kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan industri keuangan syariah Tanah Air.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Putu Rahwidhiyasa belum lama ini. Menurutnya, selama ini link and match kebutuhan SDM antara industri dengan perguruan tinggi memang masih menjadi kendala. “Masih ada yang berbeda dari perguruan tinggi dengan industri, tapi keduanya sudah dilakukan pendekatan dan diskusi agar proses ini bisa dikecilkan gap-nya,” ujarnya.

Putu menjelaskan saat ini perbankan syariah Indonesia masih menggunakan SKKNI perbankan secara umum, namun ditambahkan dengan akad-akad dan prinsip syariah. “SKKNI untuk perbankan syariah masih dalam tahap pengembangan, Insya Allah dalam waktu dekat tidak ada masalah lagi,” katanya.

Untuk menjalankan bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah, kata dia, perbankan syariah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman di empat aspek, yakni operasional perbankan, managerial, kepemimpinan, dan pemahaman syariah. “Sumber daya insani bank syariah harus memiliki kemampuan operasional perbankan dan memahami seluk beluk aspek bisnis yang mempengaruhi kinerja sebuah bank,” ungkapnya.

Sementara untuk aspek managerial, sumber daya manusia bank syariah juga harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan etika bisnis Islam. Selain itu, tambah Putu, kepemimpinan SDM bank syariah juga harus memiliki kemampuan memimpin yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam.

Aspek penting yang harus dimiliki oleh SDM bank syariah yakni pemahaman syariah yang bersifat universal dan sesuai dengan kearifan lokal. “Pemahaman syariah ini meliputi aspek hukum dan penerapannya sesuai dengan kaidah ushul fiqh,” ucapnya.

Ketua Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Surono mengatakan, selama ini tingginya biaya pengembangan SDM di perbankan syariah karena usai merekrut SDM, bank syariah masih mengadakan pelatihan selama satu tahun. “Biaya tinggi karena selama ini mahasiswa sudah empat tahun di perguruan tinggi, terus satu tahun lagi belajar di bank syariah atau corporate university,” tukasnya.

Karena itu, lanjutnya, apabila industri perbankan syariah sudah memakai SKKNI, maka setidaknya secara umum standarnya sudah sesuai. “Interface dalam membuat desain instruksional tinggal dihubungkan dengan standar kompetensi maka secara generik (link and match) akan tercapai,” ujar Surono.

Ia pun mengharapkan perguruan tinggi dapat membuat lembaga sertifikasi profesi tingkat pertama, sehingga ketika sudah selesai magang mahasiswa dapat mencapai kualifikasi tertentu. Di sisi lain, pihak perbankan syariah diimbau dapat memberikan pendefinisian soft skill dengan baik.

“Soal soft skill kalau bisa didefinisikan dengan baik, maka kalau diberikan ke perguruan tinggi, mahasiswa juga akan dapat deskripsi yang jelas. Kalau setiap profil perusahaan bisa mendeskripsikan dengan jelas dan desain instruksional menangkap dengan pasti ini akan jalan,” kata Surono.

Ketua Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah Perbanas Puji Hadiyati mengakui, SKKNI memang harus menjadi acuan agar link and match antara perguruan tinggi, industri perbankan syariah dan lembaga sertifikasi profesi bisa terwujud. “Harapannya bisa menciptakan SDM sesuai kebutuhan industri,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM perbankan syariah pun tak hanya dari sisi kuantitas tapj juga kualitas. Untuk membangun SDM berkualitas ini bisa dilakukan dalam jangka pendek melalui training dan short course, sedangkan dalam jangka panjang melalui sistem pendidikan ekonomi dan keuangan syariah yang terencana dan tereintegrasi dengan baik.

Untuk diketahui, SKKNI merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas serta syarat jabatan yang telah ditetapkan.

Diharapkan, SKKNI khusus untuk perbankan syariah ini bisa meningkatkan kompetensi sumber daya insani terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2020 mendatang. (njs/dbs)

 


Back to Top