Inilah Pusat Wisata Hijaber di Kota Cimahi

gomuslim.co.id- Dulu, berhijab merupakan sebuah kebutuhan dan pemenuhan kewajiban setiap muslimah, namun kini hijab justru menjadi tren mendunia. Hijab telah menjelma menjadi sebuah bisnis industri yang cukup menjanjikan. Merespon hal tersebut, pengelola Pasar Tradisional Cimindi Kota Cimahi membuat inovasi baru dengan menghadirkan pusat Wisata Hijaber bagi kalangan muslimah.

Inovasi menarik yang dikomandani Andri Aplen ini berhasil menyulap lantai dua pasar tersebut menjadi pusat Wisata Hijaber yang menyajikan kuliner, craft dan fashion. Wisata Hijaber tersebut diresmikan dalam kegiatan pagelaran busana muslim pada Senin (19/12) di lantai dua UPT Pasar Cimindi, Jalan Maharmartanegara, Cimahi.

Hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintah Kota Cimahi, Maria Fitriani serta para pelaku UMKM di Kota Cimahi. Terlihat sksi para model dalam pagelaran model hijab yang sungguh memukau. Senin Siang itu, suasana pasar tradisional seperti layaknya butik hijab. Penuh dengan para muslimah berhijab, anggun dan cantik.

Ketua panitia, Yuliawati mengatakan di lantai 2 Pasar Cimindi ini ada 18 pengusaha Cimahi yang membuka gerainya. Mereka seluruhnya sepakat, akan mengubah pandangan bahwa pasar tradisional yang identik dengan sampah, bau, sepi dan yang parahnya tidak ada yang mau beli menjadi tempat yang diharapkan banyak orang.

“Kami ingin membuktikan bahwa kami mampu. Alhamdulillah kami siap memampilkan produk kami berupa kuliner, craft dan fashion hasil karya warga Cimahi,” ujar pengusaha kuliner berlabel Yoel's tersebut.

Tak hanya hijab, sambung Yulia, di lantai 2 Pasar Cimindi ini ada perpaduan 3 konsep, yaitu fashion, craft dan kuliner. “Mari datang kesini berbelanja. Pasar tradisional tidak lagi kumuh,” katanya.

Pada kesempatan sama, Asisten Pemerintahan Maria Fitriana mengapresiasi perubahan konsep yang diterapkan di Pasar Cimindi. Bahkan dia terlihat berdecak kagum dengan penampilan Pasar Cimindi yang mandiri dan mampu menata lingkungannya. “Menarik. Masyarakat nantinya bisa memberikan pilihan untuk membeli pakaian di sini,” ujar Maria atau yang kerap disapa Pipit itu.

Menurutnya, perubahan di Pasar Cimindi ini merupakan bentuk kreatifitas dari para pelaku Usaha Mikro Menengah dan Kecil (UMKM) di Kota Cimahi. “Para UMKM di Cimahi secara material sudah memiliki kemampuan,” ungkapnya.

Pipit mengungkapkan, kondisi seperti inilah yang membuat Pemerintah Kota Cimahi semakin ingin lebih mengembangkan UMKM. “Sekarang kita coba untuk terus mengembangkan usaha UMKM di Kota Cimahi,” ujarnya.

Terkait kontribusi Wisata Hijaber, lanjut Pipit, hal ini akan memberikan kontribusi terhadap masyarakat untuk mengunjungi Pasar Cimindi. Dampaknya juga akan dirasakan pegadang Pasar Cimindi di lantai satu yang merupakan pedagang tradisional.

“Kalau misalnya di atas ini sudah diminati masyarakat dan masyarakat sudah cukup tau, tentunya ini akan mendukung bagaimana pengelolaan di bawah, pengelolaan pasar tradisionalnya,” terangnya.

Pipit berharap, Pasar Tradisonal Cimindi ini bisa menjadi pasar yang sehat. Sehingga lantai satu sebagai pasar tradisonal lantai dua menjadi pasar hijaber yang mendukung pasar tradisional. “Jadi, sama-sama mendukung,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang model fashion show, Ika (25) menuturkan, hijab yang dikenakannya bisa menginspirasi para kaum wanita agar bisa semakin tampil modis namun tetap syari menutup aurat. “Saya bangga bisa tampil disini. Pengunjungnya banyak dan sangat antusias dengan berbagai model hijab yang kami bawa. Disini (Pasar Cimindi) juga tersedia berbagai jenis hijab,” ujarnya.

Ide hijab inilah yang menginspirasi Tunggu dulu, jangan menganggap pasar tradisional Cimindi ini seperti layaknya pasar tradisional yang terkesan becek, kotor, bau dan seabreg syak wasangka yang bernada tidak nyaman untuk belanja. Percayalah, ini contoh pasar tradisional yang mungil dan sangat nyaman. (njs/dbs/foto:BaBe)

 


Back to Top