Mengenang Korban Tsunami, Pelajar Aceh Bersihkan Pemakaman Massal

gomuslim.co.id- Menjelang peringatan 12 tahun gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004, pelajar Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh melakukan gotong royong membersihkan makam massal pada, Senin (19/12).

Aksi ini dikoordinatori oleh alumni SMA N 1 Meureuboh, Rahmad mengatakan para siswa telah membersihkan lokasi makam massal seperti yang terdapat di Pantai Ujung Karang, Desa Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, di sana tempat terkuburnya ribuan warga korban tsunami 2004 silam.

"Pelajar memiliki rasa kepedulian terhadap korban tsunami 2004, barang kali dalam kuburan masal ini ada saudara-saudara mereka yang terkubur dalam satu liang lahat. Mulai hari ini kita wujudkan kepedulian dengan mengunjungi makam massal tempat mereka terkubur bersama," ungkap Rahmad.

Sambil membersihkan makam sejumlah siswa tetap menggunakan seragam olahraga sekolah yang terletak cukup dekat dengan pantai Ujung Karang. Di seputar kawasan itu tidak hanya makam korban tsunami masyarakat sipil lokal, tapi juga terdapat beberapa pemakaman umum lain termasuk makam massal prajurid TNI AD.

Selain itu para pelajar datang ke lokasi dengan membawa peralatan kebersihan sederhana seperti sapu dari sekolah, mereka datang dan masuk ke kawasan pemakaman kemudian bergotong royong mencabut dengan kedua tangan rumput-rumput dan ilalang yang telah tumbuh agar makam massal itu terlihat lebih bersih.

Salah seorang perwakilan siswa SMAN 1 Meureubo, Lesy Fitria Nengsih mengatakan, aksi sosial mereka selama setengah hari itu diharapkan dapat menjadi amal baik para pelajar, sekaligus menumbuhkan kecintaan keluarga masyarakat korban tsunami untuk mengunjungi makam keluarga mereka menjelang hari peringatan.

"Ketika hari peringatan tsunami nanti warga yang datang ke makam berdo'a dan biar kelihatan lebih bersih kita bantu-bantu dengan sekadar cara-cara kami. Untuk tahun ini kalau tidak salah peringatan 12 tahun gempa dan tsunami Aceh Barat di pusatkan di lokasi ini," tukas Lesy.

Kegiatan yang dilakukan pelajar adalah bergotong royong bersama mencabut akar rumput serta mengumpulkan sampah yang ditemui di sekitaran lokasi makam massal itu. Setelah selesai pelajar langsung membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing karena kegiatan tersebut bertepatan pada hari libur sekolah.

Di samping itu Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengagendakan pusat kegiatan peringatan 12 tahun gempa dan tsunami tahun 2016 di lokasi Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, di lokasi itu sedang dilalukan pemugaran serta pembangunan fasilitas prasarana pendukung lainnya sebagai tempat singgahan.

Bencana tsunami memang jarang terjadi, namun bisa mengakibatkan dampak yang sangat serius. Oleh karena itu, berdasarkan kesepakatan dalam Sidang Umum ke-70 Majelis Umum PBB, di New York, telah ditetapkan Hari Kesadaran Tsunami Dunia pada 22 Desember 2015. (nat/dbs)


Back to Top