Kemenag Akan Rilis Penetapan Kuota Haji Indonesia pada 4 Januari 2017

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, kabar tentang ada penambahan kuota jemaah haji pada tahun 2017 mendatang menjadi bahan perbincangan masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus, karena Indonesia adalah negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia.

Tapi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membatah isu seputar penambahan kuota haji yang marak diperbincangkan masyarakat saat ini. Menurutnya, isu tersebut tidak jelas dan tidak dapat dipercaya sumbernya. Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat dapat cermat dalam menerima setiap informasi.

"Informasi (kalau ada penambahan kuota) yang beredar selama ini tidak benar. Karena, kuota baru akan kita tahu setelah ada pendatanganan  MoU dengan Arab Saudi, “ kata Menag pada acara  'Media Expose: Potret Umrah 2016' di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa, (20/12/2016).

Selama ini, kuota haji Indonesia dari pemerintah Arab Saudi mencapai 168 ribu jemaah. Perihal ada penambahan atau tidak, akan diketahui setelah kerja sama disepakati pada 4 Januari 2017.

"Sampai saat ini belum mendapatkan tambahan kuota. Tapi pemerintah terus melobi agar Indonesia dapat menerima tambahan kuota," kata Lukman.

Untuk diketahui, pemotongan kuota jemaah haji terjadi karena renovasi Masjidil Haram pada tahun 2013. Saat itu, Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota jemaah haji semua negara dipotong 20 persen.

Karena penetapan ini, Indonesia yang awalnya mempunyai kuota haji sebanyak 211.000 jemaah terpaksa mengurangi jumlah keberangkataan jemaah haji menjadi 168.800 ribu.

Pada kesempatan berbeda, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Jamil menuturkan kuota paling cepat ditetapkan pada Januari 2017. Dia menegaskan selama ini ada prosedur tetap yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Prosedur ini berlaku untuk pembagian kuota haji bagi seluruh negara pengirim jamaah, termasuk Indonesia.

Mantan rektor IAIN Walisongo Semarang itu menjelaskan ketika jamaah mendaftar haji dan bayar uang muka BPIH, statusnya masih rencana atau estimasi keberangkatan. Dia menuturkan di dalam sistem, setiap jamaah memang mendapatkan keterangan estimasi keberangkatan.

’’Tetapi itu estimasi. Belum tentu persis sama. Jadwal pasti keberangkatan bisa lebih cepat atau lebih lambat dari estimasi,’’ jelasnya.

Jamil berharap masyarakat bersabar menunggu pengumuman resmi kuota haji. Selain itu Kemenag juga nantinya akan mengumumkan nama-nama jemaah yang berhak berangkat pada tahun 2017. Dia mengimbau jangan sampai terpengaruh isu yang tidak benar, karena rawan terjadi penipuan. (fau/kemenag/dbs)


Back to Top