Begini Cara Home Schooling Grup Didik Siswa Hafal Alquran

gomuslim.co.id- Ada banyak cara yang dilakukan lembaga pendidikan Islam dalam mendorong siswanya untuk menghafal Alquran. Seperti yang dilakukan oleh Home Schooling Group (HSG) Khoiru Ummah ini. Sekolah yang berada di Jalan Mengger Hilir, Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung itu punya cara unik dalam mendidik siswanya dalam menghafal Alquran.

Kegiatan menghafal Alquran tidak hanya membutuhkan ketekunan dan kesungguhan, lebih dari itu, faktor lain juga sangat berpengaruh terhadap hafalan Alquran siswa. Salah satunya adalah faktor makanan. Untuk dapat menunjang kualitas hapalan seseorang, berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi menjadi hal penting untuk dilakukan.

Demikian disampaikan pengajar sekolah, Devi Rismandani beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan di sekolah yang setara SD ataupun Ibtidaiyah ini para siswanya diwajibkan untuk menjaga makanan. Meski telah memiliki puluhan murid, di sekolah ini tak dilihat satu pun pedagang jajanan sekolah.

Devi menjelaskan, pengaruh makanan sangat penting dalam pertumbuhan otak bagi anak-anak yang berencana mengahapal Alquran. “Kami didik anak-anak agar tak membeli makanan sembarangan, apalagi makanan yang ada di dalam kemasan, kami khawatir makanan yang diproduksi secara massive justru kualitasnya dipertanyakan, sehingga akan merusak perkembangan otak si anak,” paparnya.

Menurut Devi yang akrab disapa Ustad Abu ini, jajanan anak-anak khususnya yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) atau Mononatrium Glutamate jelas bisa merusak daya ingat siswa di sekolahnya tersebut. Hal demikian tentu menghambat hafalan Alquran siswa.

“Untuk makan siang si anak pun orangtua di sekolah kami, melakukan patungan untuk memasak bagi anak-anak mereka, karena dengan masakan orangtua ini selain makanannya halal juga dipastikan thoyib (baik), Alhamdulillah dengan menjaga kualitas makanan ini hapalan Alquran siswa disini bagus-bagus,” ujarnya.

Devi menyatakan untuk lulusan dari HSG ini pada usia dikisaran 12 tahun minimal sudah bisa menghapal setidaknya 6 juz dari Alquran. Namun ada juga yang sudah bisa menghapal Alquran lebih dari itu. Selain itu sunah-sunah Nabi pun dijalankan di sekolah ini, seperti tidak boleh makan sambil berjalan, minum sambil berjalan, dan sunah lainnya yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin para siswa disini terlatih untuk menerapkan pola hidup sehat yang sesuai dengan syariat Islam. Mereka adalah aset generasi penerus yang harus dijaga dan dididik dengan sebaik mungkin. Makanya, kami sangat ketat dalam hal makanan sekalipun, karena kalau sembarangan mengonsumsi makanan, bisa merusak otak jernihnya,” jelasnya.

Khansa (11) salah seorang murid di sekolah tersebut sudah bisa menghapal 11 juz Alquran. “Saya hapal dari juz 1 hingga 7 lalu kalau dari belakang, dari juz 30 hingga 26, targetnya umur 13 tahun saya sudah bisa menjadi hafidzhah,” ujarnya seraya menambahkan dirinya tak pernah membeli makanan sembarangan, sehingga membantu proses hafalannya.

Karena itu, Khansa berharap banyak teman-temannya pun bisa menghapal Alquran diusia muda seperti dirinya. (njs/dbs)


Back to Top