Pasca Kemenangan Indonesia di WHTA 2016, Sumatra Selatan Siap Sambut Turis Muslim Tahun Depan

gomuslim.co.id- Dengan prestasi Indonesia pada ajang World Halal Tourism Award 2016, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatra Selatan (Sumsel) termotivasi membidik wisata halal di tahun 2017 mendatang. Kepala Disbudpar Sumsel, Irene Camelyn, bersama stakeholder pariwisata meluncurkan Wisata Halal 2017 yang tujuannya menggaet wisatawan, pada 2017 mendatang bakal menggeber serangkaian program yang memikat wisman.

“Agar Sumatra Selatan tidak tertinggal, maka harus segera merealisasikan program wisata halal. Pada 2017 dan 2018, Sumsel akan memiliki sejumlah even dengan tamu dari berbagai negara yang penduduknya Muslim. Mereka merupakan target wisatawan yang akan datang ke Sumsel,” ujar Irene, belum lama ini.

Irene berpendapat, pada tahun 2017 sektor pariwisata Sumsel tetap menghadapi keterbatasan anggaran karena adanya efisiensi pada APBN dan APBD Sumsel.

“Dengan keterbatasan tersebut, Sumatra Selatan tidak boleh tertinggal dari daerah lain khususnya program wisata halal. Melalui wisata halal, Sumsel dapat menyajikan berbagai kuliner halal,” imbuhnya. 

Tidak hanya kuliner halal, sambung Irene, Sumsel juga memiliki destinasi wisata religi atau rohani yang selama ini telah menjadi destinasi para wisatawan dalam dan luar negeri.

“Sumatra Selatan memiliki kompleks asrama haji dengan fasilitas terlengkap, ada mock up pesawat angkutan haji, replika Ka'bah dan lintasan sa'i dengan ukuran yang sama yang ada di Makkah,” tukasnya.

Selain itu destinasi wisata religi lainnya, ada Bait Alquran Akbar yang merupakan Alquran terbesar di Indonesia. Juga ada Kampung Arab Al Munawar yang menarik dengan kulturnya, serta ada Masjid Cheng Ho Sriwijaya.

“Destinasi wisata halal atau religi saat ini bukan hanya dibutuhkan umat Muslim saja, tapi wisata halal ini menjadi kebutuhan seluruh wisatawan di seluruh dunia,” tambah Irene.

Sumatera Selatan akan menggelar 42 event dan keungkinan masih akan bertambah lagi, dari puluhan event yang akan digelar,diantaranya akan dilaksanakan di OKU Selatan, ada jelajah alam serasan seandanan, di Pagaralam ada festival dempo, Lubuk Linggau ada festival dusun lame dan musi triboatton di Palembang, Banyuasin, Muba, Mura, Empat Lawang, serta berbagai event lainnya.

Irene juga menyebut Sumsel siap menghibur wisatawan lokal dan mancanegara lewat event pariwisata nantinya. Sebab, rangkaian pada kalender event 2017 mendatang tersebut akan dipromosikan mulai dari dalam negeri hingga ke luar negeri.

Irene mengaku, memang sejauh ini belum mengidentifikasi ada berapa banyak. Namun, wisata halal ini dimana dari para industri seperti, agen travel, objek wisata, mall, hotel, restoran dan lainnya harus memiliki sertifikat wisata halal.

”Memang sebenarnya Provinsi Sumsel ini banyak untuk wisata halal, tapi ada provinsi yang mendahului itu, seperti Aceh. Rencana kedepannya akan ada beberapa hotel di Palembang yang sudah bersedia agar menjadi wisata halal, mulai dari tempat ibadahnya hingga ke restorannya.

Sementara itu, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sumsel Yaniarsyah Hasan mengapresiasi pada Disbudpar baik provinsi maupun kota. Pasalnya, lewat anggaran terbatas bisa tetap melakukan launching wisata halal.

”Dalam kalender event 2017, cukup banyak rangkaian yang akan berlangsung di Sumsel. Tapi nanti di 2018 mendatang, kita bisa membuat kalender event yang jauh lebih banyak lagi dengan melibatkan kabupaten/kota di Sumsel,” tambah Yaniarsyah.

Dirinya juga berharap, lewat puluhan event pariwisata, kedepannya mampu mendatangkan banyak wisatawan dari luar Sumsel. Selain itu, dengan adanya wisata halal Sumsel juga menjadi penyambut Asian Games pada 2018 mendatang.

”Jadi, setelah Asian Games, pastinya Kota Palembang akan dikenal 45 negara Asian dan negara-negara lainnya. Semoga lainching ini juga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Sumsel,” harap Yaniarsyah. (nat/dbs)


Back to Top