Ibadah Haji Tahun Depan Wajib Gunakan ‘E-hajj’

gomuslim.co.id- Sebuah rencana dicanangkan, untuk tahun depan proses pembayaran layanan haji dilakukan secara elektronik melalui E-hajj. Pihak Kementerian Haji Saudi Arabia memastikan bahwa proses pembayaran layanan haji tahun ini dilakukan secara elektronik melalui E-hajj. Kepastian ini terungkap dalam pertemuan antara tim Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah dengan Wakil Menteri Haji di Kantor Kementerian Haji Madinah.

"Tahun ini, semua tahapan pembayaran harus dilakukan dengan sistem pembayaran elektronik dan tidak diperkenankan melakukan pembayaran diluar E-hajj," ungkap Wakil Menteri Haji, Umrah, dan Urusan Ziarah, Muhammad Bin Abdurrohman Al-Bijawi di kantor Kementerian Haji, Madinah.

Dalam pertemuan ini hadir pula Staf Teknis Haji I KJRI Jeddah, Ahmad Dumyathi Bashori, staf teknis haji II, Arsyad Hidayat, Kasubdit Akomodasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nasrullah Djasam, serta Kasubdit Transportasi, Subhan Cholid.

“Masih terdapat beberapa kekurangan pada sistem pembayaran elektronik (E-hajj) pada penyelenggaraan haji tahun lalu,” ungkap Al-Bijawi.

Menurutnya, hal itu disebabkan mekanisme dan sistem yang digunakan masih baru dan dalam tahap pengembangan. Namun demikian, ia memastikan persoalan yang muncul tahun lalu telah diatasi, serta sistemnya juga sudah diperbaiki dan diperbaharui.

Selain itu, Al-Bijawi juga menginformasikan kepada tim KUH KJRI bahwa kontrak akomodasi jemaah pada penyelenggaraan haji tahun ini harus dilakukan dengan pemilik hotel secara langsung. Kontrak dengan Majmuah (grup) masih diperbolehkan, selama hotel yang dikontrak memang atas nama Majmuah.

Lanjutnya, ia mengusulkan agar kontrak akomodasi di Madinah dilakukan dengan mekanisme kontrak musim penuh, tidak lagi menggunakan blocking time. Menurutnya, hal ini dimaksudkan agar pelayanan akomodasi kepada jemaah lebih maksimal.

Di lain pihak Ditjen PHU Kementerian Agama telah mulai melakukan sejumlah persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1438H/2017M. Tim sudah diberangkatkan ke Saudi Arabia untuk melakukan sejumlah langkah persiapan awal penyediaan layanan di sana.

Dumyathi menyampaikan rasa terima kasih kepada Al-Bijawi atas bantuan yang telah diberikan dalam penyelenggaraan haji tahun lalu. Terkait kebijakan yang disampaikan Al-Bijawi, Ahmad Dumyathi akan segera mengkonsultasikan kepada Dirjen PHU.

Dalam kesempatan itu, Dumyathi juga menginformasikan adanya kenaikan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji tahun lalu.

"Musim haji tahun lalu Alhamdulillah berjalan sukses, banyak pihak mengapresiasinya. Bahkan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia mengalami kenaikan mencapai 83.83 persen," tukas Dumyathi.

Akan hal ini, Al-Bijawi mengapresiasi peningkatan kepuasan jemaah haji Indonesia, dan berharap bisa terus ditingkatkan. Menurutnya, layanan haji masih bisa ditingkatkan dan mengakui bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang selalu mencoba untuk meningkatkan pelayanannya.

E-hajj itu adalah sistem di mana seluruh data-data terkait dengan jemaah haji  terhimpun di dalam satu paket berbasis elektronik. Data jemaah pun dirangkum seperti nomor paspor, kloter, asal negara, nama hotel selama di Mekah dan Madinah, nama katering yang melayani konsumsi selama di Madinah dan nama bus yang digunakan selama bepergian.

Semua diatur dalam satu paket dan menjadi syarat keluarnya visa, selama dua tahun terakhir ini, Indonesia menjadi pilot project (proyek percontohan) sistem E-hajj. (nat/dbs)


Back to Top