Pasca Jadi Juara Umum WHTA 2016, Kini Indonesia Incar Wisatawan Muslim Negara Tetangga

gomuslim.co.id- Ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 yang berlangsung di Abu Dhabi, UEA pada 24 Oktober sampai 25 November 2016 lalu menjadi sejarah yang membanggakan bagi Indonesia. Betapa tidak, seluruh nominasi yang diajukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berhasil menyabet gelar penghargaan bergengsi tersebut. Kesuksesan ini semakin mengokohkan Indonesia sebagai Negara yang wisata halalnya paling berkelas di dunia.  

Selain itu, prestasi ini juga diharapkan dapat dapat membuat nyaman dan semakin menambah kunjungan wisatawan muslim dari seluruh dunia ke Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2016, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/12).

“Di antara banyak negara berpenduduk muslim di dunia, wisatawan muslim dari negara tetangga adalah yang paling diharapkan agar mau melirik destinasi wisata unggulan di Indonesia. Negara-negara tersebut seperti Malaysia, Thailand, Singapura, juga China. Mereka itu target market kita,” ujarnya.

Menurut Menpar, penduduk muslim dari negara tetangga adalah yang paling mudah ditarik untuk sementara ini. Selain itu, ini akan mampu mengalihkan wisatawan yang paling banyak mengunjungi Malaysia dan Thailand, karena dua negara di Asia Tenggara tersebut memiliki tingkat kunjungan wisata tertinggi sampai saat ini.

Diketahui, pada tahun lalu Malaysia dikunjungi 6,1 juta wisman Muslim, Thailand 4,8 juta wisman Muslim dan Singapura 3,6 juta wisman Muslim. Sementara, Indonesia dikunjungi 2,2 juta wisman Muslim.

“Sekalipun penghargaan wisata halal sudah kita dapatkan, jumlah kunjungan kita masih kalah jauh dari Malaysia dan Thailand, bahkan Singapura. Kita targetkan 5 juta wisman muslim pada 2019. Dari mana orang-orang ini? Mereka adalah wisatawan yang kita tarik dari Malaysia dan Thailand,” paparnya.

Menpar menjelaskan keunggulan wisata halal di Indonesia dapat menarik wisatawan muslim sangat banyak. Industri fesyen dengan hijab, kata dia, masih jadi unggulan. Kemudian kuliner halal yang tersedia di banyak tempat. Selain itu, tentu saja atraksi wisata, seperti pantai dan laut. “Ini cocok untuk menarik wisatawan muslim Tiongkok yang paling wisata pantai dan wisata bahari,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, kemenangan Indonesia di WHTA 2016 juga akan meningkatkan indeks daya saing kepariwisataan Global Muslim Travel Index (GMTI) yang saat ini berada di peringkat keempat agar menjadi juara kesatu di 2019. Kemenangan ini, menurutnya, akan mendongkrak rasa percaya diri internal (confidence), semakin dipercaya orang eksternal (credible) dan mendekatkan pada standar global (calibration).

Kemenangan di ajang WHTA 2016, ditegaskan Arief, bukan akhir dari perjalanan menuju best halal. Hal ini baru awal mula membangun ekosistem baru wisata halal. “Pada WHTA 2015 untuk pertama kalinya (Indonesia) ikut, kita meraih tiga award (penghargaan), pada WHTA 2016 kita berhasil menyabet 12 award dari 16 kategori yang dilombakan,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top