Agar Punya Legalitas Kuat, Pemkot Malang Segera Sertifikasi Masjid

gomuslim.co.id- Sebagai sarana ibadah dan pusat peradaban bagi umat Islam, masjid mempunyai peranan penting dalam meciptakan religiusitas masyarakat. Keberadaan masjid saat ini harus memiliki payung hukum yang jelas. Hal demikian agar masjid mempunyai legalitas yang kuat.

Demikian disampaikan Walikota Malang, H. Mochammad Anton saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kota Malang di Hotel Trio 2, Rabu (21/12). Abah Anton, sapaan akrabnya, menekankan, pemerintah saat ini sedang mencari payung hukum untuk memberikan sertifikasi seluruh masjid di kota Malang.

“Saya sudah kumpulkan jajaran untuk mencari payung hukum dalam sertifkasi masjid. Rencananya, niatan ini bisa terealisasi pada tahun 2017 mendatang. Harapannya tentu kalau sudah ada sertifikasi jelas payung hukumnya dan pendataan asetnya juga ada di pemerintah,” ujarnya.

Abah Anton menjelaskan titik awal yang akan dilakukan adalah melakukan sertifikasi masjid yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Jika tidak ada kendala secara hukum dan administrasi, maka sertifikasi dilakukan pada semua masjid. “Kita akan mulai dari masjid dibawah pemkot lebih dulu, baru semuanya,” katanya.

Pada kesempatan sama, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang saat ini mencatat, terdapat sekitar 570 masjid di Kota Pendidikan ini. Terkait dengan rencana sertifikasi tersebut, pengurus DMI sangat mengapresiasi kepedulian Pemerintah Kota terhadap masjid. “Kami berterima kasih sekali kepada pemerintah akan hal ini,” ungkap Mas'ud Ali, pengurus DMI Kota Malang.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengatakan, Islam mengikuti zaman dan kemajuan, maka masjid juga harus modern. “Islam itu modern mengikuti kemodernan. Kalau Islam itu modern, masjidnya juga harus modern,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini, DMI mulai mengembangkan aplikasi berbasis android dengan nama “masjidku” untuk menggabungkan tiga hal, yaitu menghubungkan masyarakat dengan masjid, dengan ustadz atau ulama, dan ulama dengan masjid.

Aplikasi tersebut saat ini baru berkembang di Jakarta dan ke depan akan hadir di semua kota di Indonesia, sehingga nantinya mudah untuk mengetahui berbagai informasi tentang masjid, misalnya siap yang menjadi khatib di masjid tertentu. “Karena itu, kita minta di daerah juga nanti dilatih bagaimana mengisinya, sehingga ustadz di daerah bisa terhubung dengan pengurus masjid,” tambahnya.

Program DMI lainnya untuk perbaikan dan kemajuan masjid, yaitu penataan dan perbaikan pengeras suara masjid, sertifikasi tanah masjid, program eco masjid dalam bentuk perbaikan sanitasi, serta dan lingkungan masjid yang bersih dan sehat.

Selain itu, juga berupaya menggiatkan dan menyelenggarakan pelatihan manajemen masjid, serta pelatihan imam, khotib dan dai. Termasuk pemanfaatan aplikasi mobile online untuk dai program pelatihan berbasis Teknologi Informasi (TI) dengan sertifikat internasional bagi remaja atau mahasiswa berbasis masjid. (njs/dbs)


Back to Top