Pemilik Bengkel Ini Gratiskan Service Motor dengan Baca Alquran Satu Jam

gomuslim.co.id- Banyak cara dilakukan agar umat Islam semakin mencintai Alquran. Seperti yang dilakukan oleh pemilik bengkel di Jalan Hertasning, Makassar ini. Sang pemilik bengkel menggratiskan biaya ganti pelumas dan biaya service asalkan pelanggannya mampu membaca Alquran dengan baik dan benar selam satu jam.

Dia adalah Haji Hasanuddin (45), pemilik usaha bengkel Remaja Motor yang akrab disapa Pak Haji. Ia bercerita bahwa ide tersebut berawal saat dirinya berselancar di media sosial. Ia mendapatkan sebuah postingan tentang salah satu SPBU di Pulau Jawa yang memberikan bahan bakar gratis bagi pengendara yang bisa menghafal ayat suci Alquran.

Terinspirasi dari postingan tersebut, Hasanuddin lantas menyiapkan Alquran dan air mineral bagi pengunjung yang berkenan membaca dan melantunkan ayat suci Alquran di bengkel miliknya. “Pengunjung yang mau baca Alquran, nanti tinggal pilih, mau oli gratis atau servis motornya gratis,” ujarnya.

Saat menawarkan gratis dengan syarat baca alquran, kata dia, tidak semua orang langsung menyambut baik. Tapi bisa dimaklumi karena mereka tentu punya alasan sendiri. Bisa saja karena di antaranya itu ada yang belum tahu baca Alquran sehingga mereka beri alasan lain kali saja. “Saya hanya menawarkan, kita tidak memaksa. Sebaik-baiknya orang Islam itu adalah yang baca Alquran dan mengajarkannya," tuturnya.

Hasanudin mengatakan, ide tersebut mulai diterapkannya sejak Juli 2016 lalu, bertepatan saat memasuki bulan suci Ramadan. “Awalnya ada dua sampai tiga orang yang hendak membaca Alquran. Mayoritas dari mereka adalah remaja, seperti mahasiswa dan pelajar,” katanya.

Hasanudin mengungkapkan, realita di tengah masyarakat terhadap budaya mengaji saat ini mulai menurun. Syarat mengaji untuk dapatkan pelayanan gratis ini adalah salah satu upaya untuk memotivasi agar masyarakat kembali punya gairah untuk memperbanyak amal melalui banyak-banyal baca Alquran.

“Saya hanya berharap bisa jadi ladang amal ibadah dan sedekah. Alhamdulillah rezeki selalu ada dari usaha ini. Ini hanya sekedar berbagi rezeki ke sesama umat muslim saja. Ya, sama-sama kita dapat pahala,” ucapnya.

Meski hanya merintis usaha bengkel sederhana, Hasanuddin tetap dapat menyekolahkan enam anak-anaknya. Dua di antaranya saat ini telah menjalani pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Dua anaknya lagi mengikuti pendidikan SMP dan SMA di pondok pesantren.

Hasanuddin berharap, program membaca Alquran di bengkelnya itu bisa tetap terus berjalan untuk selamanya. Apalagi, menurutnya, keluarga, termasuk Istri Hasanuddin sangat mendukung program tersebut. “Biasanya ada pengunjung yang saat baca Alquran itu bagus sekali. Tajwidnya bagus. Itu sangat menenangkan hati. Dapat momen seperti itu sebenarnya sangat mahal harganya,” ungkapnya.

Saat ditanya soal keuntungan, Hasanuddin mengungkapkan jika awalnya omzet dari usahanya tersebut memang mengalami penurunan. Namun, setelah sebulan berjalan, usahanya perlahan justru terus meningkat.

“Memang waktu masih awal-awal agak menurun penghasilan. Tapi sebenarnya kami bukan incar keuntungan dari ini (membaca Alquran). Saya hanya mau orang-orang meluangkan waktunya sedikit untuk membaca Alquran. Tidak masalah kalau masih tersendat-sendat,” tuturnya.

Namun demikian, meski sudah ada spanduk dengan tulisan ala kadarnya yang digantung di bengkel tersebut berbunyi tawaran gratis tersebut tetapi tidak semua pelanggan yang datang mengetahui sehingga dia yang aktif menawarkan. Kalau pun dia tidak sedang di bengkel, tiga karyawannya yang menawarkan atau istri dan anak-anak.

Adapun bunyi spanduk itu, selamat dunia akhirat, syaratnya jalankan perintah-Nya, tinggalkan larangan-Nya. Mau gratis ganti oli atau biaya service, syaratnya baca Alquran satu jam. Berapa gajimu, tinggalkan shalat. (njs/dbs)


Back to Top