Resmikan IAIN Batusangkar, Kemenag Kembali Siapkan Transformasi Enam IAIN Menuju UIN

gomuslim.co.id- Upaya pengembangan pendidikan tinggi Islam terus dilakukan pemerintah. Baru-baru ini, Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan enam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) untuk segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Rencana transformasi ini telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai meresmikan IAIN Batusangkar, Sumatera Barat, Rabu (21/12) kemarin. Ia mengatakan, Presiden sudah menyetujui rencana penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Perubahasan Status IAIN menjadi UIN.

“Kita terus mengupayakan IAIN yang sudah memenuhi persyaratan bisa bertransformasi menjadi UIN. Harapannya, Indonesia akan memiliki Universitas Islam berkualitas di beberapa daerah sebagai tempat belajar generasi bangsa ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sedang menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang perubahan status dan berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM serta kementerian terkait lainnya.

“Saya berharap Rancangan Perpres tentang perubahan status ini bisa segera diselesaikan sehingga proses transformasi keenam IAIN menjadi UIN ini bisa dilakukan di tahun 2017,” tambahnya.

Dalam rangka menghadirkan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas, Kementerian Agama terus melakukan pembenahan kelembagaan. Salah satunya adalah melakukan penguatan, baik akademik maupun non akademik. “Sampai saat ini, Kemenag membina 11 UIN, 25 IAIN, dan 20 STAIN,” tandasnya.

Adapun keenam IAIN tersebut diantaranya, IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol Padang, IAIN Antasari Banjarmasin menjadi UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menjadi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi menjadi UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, IAIN Mataram menjadi UIN Mataram, dan terakhir IAIN Raden Intan Lampung menjadi UIN Raden Intan Lampung.

Pada kesempatan sama, Menag juga meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian yang disaksikan Wagub Sumatera barat Nasrul Abit dan Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri. Peresmian tersebut bertepatan dengan Milad I IAIN Batusangkar.

Saat ini, IAIN Batusangkar memiliki 4 fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam dengan 23 Jurusan, dan Program Pascasarjana. IAIN Batusangkar sendiri kini telah memiliki lebih dari 7.000 mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Menag berpesan agar transformasi dari STAIN ke IAIN ini menjadi pemicu meningkatkan kinerja. Selain itu prestasi yang sudah diraih juga terus dikembangkan agar bisa mewujudkan hal-hal yang maslahat dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara umum.

“Dengan perubahan status ini, mahasiswa bisa lebih termotivasi untuk belajar di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri ini, dan masyarakat kemudian akan lebih mengaapresiasi setelah menjadi institut atau IAIN ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri dalam sambutannya mengatakan, ke depan IAIN Batusangkar akan dikembangkan menjadi perguruan tinggi Islam yang lebih menyeimbangkan aspek kualitas dan aspek kuantitas. “Untuk menuju ke arah tersebut, salah rencana yang dikembangkan adalah program Asrama Mahasiswa,” katanya.

Saat ini, kata Rektor, IAIN Batusangkar sudah mempersiapkan bangunan Mahad Ali berlantai 3 dengan fasilitas memadai yang tahap pembangunannya sudah mencapai 95 persen. “Harapan kita, dengan pola pembinaan mahasiswa berpola asrama, maka niat untuk membangun integrase antara ilmu agama dan ilmu-ilmu umum sebagai misi pokok yang diemban IAIN Batusangkar dapat terwujud dengan baik,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top