‘Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan’, Begini Masjid Masa Depan Menurut DMI

gomuslim.co.id- Tidak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid juga digunakkan untuk tempat perkembangan muamalah dan pemberdayaan umat. Menurut Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Masjid di masa depan adalah Masjid yang mempunyai konsep Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan Masjid. Sehingga, semua program dan kebutuhan Masjid bisa terpenuhi secara mandiri. Selain itu, jamaahnya akan mendapatkan manfaat yang lebih besar. 

“Masjid masa depan gambarannnya yang memiliki konsep Memakmurkan Masjid dan Dikmakmurkan Masjid. Contohnya, di Masjid tidak hanya ada kegiatan keagamaan, tapi juga ada kegiatan ekonomi dan pendidikannya,” ungkap Ketua Bidang Sarana, Hukum dan Wakaf PP DMI, Natsir Zubaidi.

Natsir menambahkan, misalkan Masjid memiliki kios, bisa kiosnya di dekat Masjid bisa juga di tempat lain seperti di pasar.

“Keuntungan dari kios milik Masjid tersebut bisa dipakai untuk memakmurkan Masjid. Setiap Masjid di masa depan mempunyai badan usaha. Selain itu, beberapa Masjid juga sudah ada yang memiliki bisnis, tapi baru sedikit,” ujarnya.

Badan usaha milik masjid bentuknya bermacam-macam tergantung dari potensi Masjid itu sendiri. Salah satu contoh konsep usahanya. Misalkan saja Masjid wisata, jika Masjid tersebut memiliki sejarah dan potensi wisata ketika Masjid ramai dikunjungi wisatawan, akan melahirkan potensi usaha lain seperti membuka toko pakaian Muslim, makanan halal dan lain sebagainya. 

Menurutnya, konsep Masjid wisata juga bisa diterapkan pada Masjid yang arsitekturnya sangat bagus. Dikatakan, saat ini sudah ada Masjid yang mempunyai hotel.

"Ada Masjid yang mempunyai hotel dan aula untuk pernikahan," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Natsir, di samping konsep Masjid wisata dan Masjid yang memiliki bisnis, Masjid juga bisa mempunyai sekolah. Jadi, di Masjid akan ada kegiatan keagamaan, pendidikan dan ekonomi. Hal tersebut bisa mewujudkan konsep Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan Masjid.

Saat ini, DMI mulai mengembangkan aplikasi berbasis Android dengan nama Masjidku untuk menggabungkan tiga hal, yaitu menghubungkan masyarakat dengan masjid, masyarakat dengan ustadz dan ulama, serta ulama dengan masjid.

Aplikasi tersebut baru berkembang di Jakarta dan ke depan akan hadir di semua kota di Indonesia. Aplikasi itu akan mempermudah masyarakat Muslim untuk mengetahui berbagai informasi tentang masjid, misalnya siapa yang menjadi khatib di masjid tertentu.

Selain itu, DMI juga sedang menata dan memperbaiki pengeras suara masjid, sertifikasi tanah masjid, program eco-masjid dalam bentuk perbaikan sanitasi dan lingkungan masjid yang bersih dan sehat. (nat/dbs)


Back to Top