Kemenpora Dukung Konferensi Mahasiswa Muslim Asia Tenggara 2016

gomuslim.co.id- Keberadaan pemuda sangat penting bagi kemajuan bangsa dan agama. Ide baru dan semangat juang tinggi dalam diri pemuda diharapkan mampu menciptakan peradaban baru yang lebih baik. Konferensi Mahasiswa Muslim Asia Tenggara atau ASEAN Muslim Student Association (AMSA) menjadi ajang pertemuan para pemimpin muda muslim untuk membawa perubahan.

Pertemuan yang digelar pada tanggal 21 sampai 23 Desember 2016 di Pekanbaru, Riau itu menghadirkan sejumlah pemuda yang aktif bergorganisasi dari seluruh Indonesia dan perwakilan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Pertemuan ini juga dilakukan untuk menandai pembentukan organisasi AMSA di Indonesia, khususnya untuk AMSA Zona Sumatera.

Pelaksana Tugas Sekretaris Kemenpora, Yuni Poerwanti menjelaskan bahwa pembentukan AMSA di Indonesia ini menjadi salah satu inisiasi tindak lanjut dari hasil kesepakatan yang dicapai dalam 3rd Islamic Conference of Ministers of Youth and Sports Ëmpowering Youth for Peace, Solidarity and Development,” atau Konferensi Tingkat Menteri Pemuda dan Olahraga dari 57 negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berlangsung di Istanbul, Turki pada Oktober lalu.

“Keberadaan AMSA sebagai salah satu wadah kiprah kepemudaan nantinya akan memainkan peranan penting dalam merespons isu-isu strategis di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan kemasyarakatan di Kawasan Asia Tenggara serta menggelorakan aksi-aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuni mengatakan pertemuan tersebut sejalan dengan makna tema strategis peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2016 yang diarahkan Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi, "Pemuda Indonesia Menatap Dunia". “Indonesia telah memandang perlu adanya pembangunan sektor kepemudaan yang menggunakan strategi yang mengkombinasikan metode Role Model dan Role Playing,” katanya.

“Karena itu kehadiran AMSA sebagai salah satu wadah organisasi pemuda muslim diharapkan akan mampu memunculkan figur-figur pemuda muslim aktif yang dapat berkontribusi bagi masyarakat melalui ide, gagasan dan pemikirannya untuk pembangunan, dan dapat dijadikan panutan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.

Dalam Forum Konferensi Pemuda OKI yang berlangsung di Turki lalu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Prof. Faisal Abdullah selaku Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, saat ini Kementerian Pemuda dan Olahraga terus mendorong agar lebih banyak lagi partisipasi pemuda dalam pembangunan, dan juga keterlibatan pemuda dalam komunitas-komunitas yang menggerakkan partisipasi publik lebih luas di berbagai level, dari daerah, nasional hingga internasional.

“Kami menyadari pentingnya partisipasi pemuda dalam pembangunan masyarakat. Pemuda adalah agen perubahan. Kami juga berkeyakinan betapa penting mengimplementasikan strategi kombinasi role model dan role playing, yakni mempromosikan secara masif para figur pemuda yang perlu diteladani sehingga dapat menjadi contoh (role model), mampu menggerakkan dan mengkondisikan peran positif pemuda lainnya secara proaktif. Untuk itu, kita perlu meningkatkan kualitas karakter, produktivitas, dan partisipasi pemuda di berbagai sektor,” tuturnya.

Esa Sukmawijaya, Asdep Peningkatan Iptek dan Imtak Pemuda, menjelaskan pada konferensi tersebut turut hadir sebagai pimpinan persidangan, Presiden Islamic Conference Youth Forum for Dialogue and Cooperation (ICYFDC), Amb. Elshad Iskandarov, pejabat Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF), dan pejabat Sekretariat Jenderal OKI. (njs/dbs)


Back to Top