Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Ciptakan Alat Penentu Arah Kiblat dan Mata Angin

gomuslim.co.id- Kiprah santri berprestasi anak bangsa kian melejit. Salah satunya adalah M Ihtirozun Niam Penerima beasiswa pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama ini berhasil menciptakan alat penentu arah kiblat dan mata angin.

Santri yang tengah meneruskan pendidikan S2 di UIN Walisongo Semarang ini, terinspirasi menciptakan alat penentu kiblat dari keprihatinanya terhadap perkembangan kajian ilmu falak yang minim praktik, hingga akhirnya ia melakukan observasi dan berhasil menciptakan alat yang disebut dengan I-zun Dial. "Pengembangan ilmu falak harus dibarengi praktik atau observasi," ujar Niam.

Sedangkan untuk praktik atau observasi ada banyak alat yang dibutuhkan. Alat ini diharapkan useable (mudah digunakan) dan representatif untuk keperluan praktek dalam implementasi dalam pengembanga ilmu falak.

Santri yang tengah mempersiapkan penerjemahan buku panduan I-Zun Dial ke Bahasa Arab ini mengaku tercetusnya nama ‘I-zun Dial’  terinspirasi dari instrumen astronomi yang banyak berkembang di dunia barat masa lalu. Dalam dunia astronomi, dikenal alat bernama Sun Dial yang biasa digunakan untuk penunjuk waktu atau jam dengan memanfaatkan sinar Matahari. Hanya saja, alat ini hanya didesain dan dipakai untuk penentuan waktu, tidak untuk menentuan arah kiblat apalagi untuk rukyah.

"Namun, I-zun Dial muncul dengan fungsi-fungsi lainnya, selain kemampuannya yang bisa menunjukan waktu," ujarnya.

Selain itu alat yang diciptakannya ini didesign sebagai alat multifungsi. Selain penunjuk waktu, I-zun Dial berfungsi sebagai penentu arah mata angin sejati dan arah kiblat. Tak hanya itu I-zun Dial juga dapat berfungsi untuk melokalisir objek rukyah sehingga akan memudahkan para petugas rukyah.

Fungsi lainnya dari alat ini adalah menentukan lintang tempat (ardu al-balad), bujur tempat (thul al-balad), deklinasi matahari (mail as-syams), dan equation of time (tadil al-waqt).

"Fungsi penentuan nilai deklinasi matahari dan fungsi penentuan titik koordinat suatu tempat dari I-Zun Dial saat ini tengah dijadikan objek kajian untuk penelitian skripsi mahasisiwa UIN Walisongo dan STAIN Pekalongan," jeasnya.

Agar lebih mudah digunakan, ia juga telah membuat program perhitungan agar orang awam pun bisa menggunakan. "Pengguna cukup menekan dua sampai tiga tombol di keyboardnya, tanpa harus tahu lebih detail rumusnya," katanya. Di samping itu, Niam juga telah menyediakan buku untuk membongkar algoritma perhitungannya sebagai referensi atau bahan kajian bagi para akademisi yang ingin mengkaji lebih dalam.

Dalam kiprahnya di dunia pendidikan Islam, Kementerian Agama sejak tahun 2005 telah membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi. Hingga kini, sedikitnya lebih dari 3.800 santri yang telah mendapatkan akses untuk belajar di perguruan tinggi ternama di Indonesia, mulai dari UIN, ITB, UGM, UNAIR, ITS, dan perguruan tinggi lainnya.

Bukan hanya Niam, kini santri lainnya pun saat ini sudah berkiprah sebagai profesional pada bidangnya masing-masing. Tidak sedikit yang meneruskan kuliah di luar negeri, baik di Eropa maupun Asia. Tentunya banyak juga yang berkomitmen untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di pondok pesantren tempat awal pendidikannya. (nat/dbs)


Back to Top