Ini Syarat Homestay Halal untuk Destinasi Pilihan Turis Muslim

gomuslim.co.id- Sejumlah provinsi tengah gencar mendukung daerah setempat sebagai World’s Best Halal Destination atau tujuan halal terbaik dunia, hal ini yang tengah dilakukan oleh Forum Komunikasi Pengelola ‘Homestay’ Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Koordinator Forum Komunikasi Pengelola Homestay Painan, Dena Sri Handayani di Painan, mengatakan dukungan tersebut dilakukan dengan memastikan wisatawan yang menggunakan jasa homestay khususnya yang berpasangan harus memiliki buku nikah.

Selain itu, lanjut Dena, wisatawan juga tidak diperbolehkan berbuat maksiat seperti berzina, berjudi, meminum alkohol, penyalahgunakan narkoba dan lain sebagainya.

“Jika hal tersebut dilanggar maka pemilik homestay yan  g tergabung ke dalam Forum Komunikasi Pengelola homestay Painan akan melaporkannya ke pihak berwajib, tidak ada alasan wisatawan membandel, jika hal itu terbukti maka akan kami laporkan,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk dukungan ke provinsi kegiatan tersebut hal ini dimaksudkan agar suasana di lingkungan wisata tetap aman dan tertib.

“Agama dengan jelas melarang hal itu, harapan kami semuanya sejalan, di satu sisi kami dapat rezeki dari usaha homestay dan sisi lain tidak berseberangan dengan ajaran agama,” imbuhnya.

Ada sebanyak 22 pemilik homestay yang berada di Kecamatan IV Jurai tergabung dalam Forum Komunikasi Pengelola Homestay.

“Ini merupakan salah satu bentuk kemajuan masyarakat yang berkecimpung langsung dengan kegiatan kepariwisataan,” pungkas Anggota DPRD setempat, Dalisman, yang turut menyambut baik terobosan dari pemilik homestay.

“Mendapatkan untung tentu target orang yang berusaha namun dengan memastikan tetap sejalan dengan aturan agama tentu juga merupakan sikap yang terpuji,” tambahnya.

Apabila legalitas usaha homestay telah terpenuhi, maka ada beberapa prinsip pengelolaan homestay yang harus diperhatikan. Pertama, kebersihan, artinya pemilik wajib menjaga kebersihan homestay. Selain itu, kenyamanan homestay juga harus dijaga. Misalnya, letak homestay tidak berdekatan dengan tempat pembuangan sampah.

Kedua, pencahayaan. Pencahayaan homestay harus cukup. Hal tersebut perlu diperhatikan karena terdapat beberapa desa wisata yang masih gelap atau penerangannya kurang. Ketiga, tersedianya fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK). Keberadaan fasilitas tersebut sangat menentukan kenyamanan wisatawan.

Terlebih bagi wisatawan asing, apabila homestay menyediakan toilet duduk hal itu tentu akan memberikan kenyamanan wisatawan asing. Kelima, ketersediaan air bersih. Keberadaan air bersih menjadi kebutuhan penting karena air menjadi kebutuhan wisatawan baik untuk mandi, cuci maupun kakus (MCK).

Pengaruh homestay atau rumah penginapan selama ini sangat signifikan dalam menunjang dunia pariwisata di Sumatera Barat.

Homestay di Sumatera Barat umumnya berada di daerah yang jumlah hotel sangat terbatas seperti Kota Sawah Lunto, Kota Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan Kabupaten Dharmasraya dan sejumlah daerah lain yang tidak memiliki fasilitas hotel yang memadai.

Peluang homestay cukup besar, menjanjikan, dan sangat membantu bagi kesejahtaraan masyarakat yang bergerak di bidang kepariwisataan, mengingat uang yang dibawa oleh para tamu yang menginap di homestay itu langsung, dan dinikmati langsung oleh masyarakat, sehingga berbanding lurus dengan pendapatan mereka.

Homestay yang ada di Sumatera Barat diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan pelayanananya kepada tamu sehingga para tamu yang menginap di homestay tersebut merasa aman dan nyaman.

Bimbingan teknis yang kita berikan kepada pengelola homestay merupakan salah satu upaya dari Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Sumatera Barat untuk meningkatkan kapasitas pelayanan bagi pengelola homestay tersebut. (nat/dbs)

 


Back to Top