Kajian Wedding Syari Semarakkan Rangkaian Acara Milad Masjid Attin

gomuslim.co.id- Selain lomba menghafal surah Ar-Rahman dan silarurahmi antar anggota komunitas Hafidz On The Street, acara Milad Masjid Agung At-Tin yang ke-17, tanggal 24 hingga 25 Desember 2016, di Masjid Agung At-Tin, TMII Jakarta juga diisi dengan Kajian. 

Kajian yang mengusung tema “Wedding Syari” ini menyuguhkan pameran pesta pernikahan berkonsep syari. Selain itu,  ada pameran prasmanan dengan konsep makanan halal yang menjadi daya tarik pameran wedding syari kali ini.

Pada kajian kali ini hadir tiga orang pembicara, ustadzah Oki Setiana Dewi, aktor Dude Herlino dan ustadz Riza Muhammad yang akan berbagi cerita dan pengalamannya dalam menemukan pasangan hidupnya yang ditunjukkan oleh Allah SWT melalu istiqamah.

Di kesempatan kali ini Oki Setiana Dewi berbagi cerita mengenai perjalanannya dalam menemukan pasangan hidupnya. Oki menuturkan dirinya sudah memiliki keinginan menikah di usia 22 tahun saat dirinya masih berkuliah. “Saat itu saya berkata kepada ayah, bahwa saya sudah siap menikah, namun beliau mengatakan untuk fokus terlebih dahulu pada pendidikan setelah itu barulah menikah,” ujar Oki bercerita.

Saat ini banyak sejumlah remaja muslim yang mengalami kegalauan akan menikah muda, padahal dirinya belum siap lahir dan batin. Karena itu, pengetahuan pra nikah bagi remaja sangat penting demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.

“Banyak remaja yang mengatakan, saya pacaran syari kok, tidak pegang-pegangan, ataupun hal-hal yang dapat menjerumuskan pada zinah. Sesungguhnya tidak ada pacaran syari, segala sesuatu dalam pacaran adalah haram. Walaupun hanya menanyakan kabar atau sekedar telepon, itu sudah menjerumus pada perbuatan yang dilarang Allah SWT,” papar Oki.

Ibu dua putri ini berpesan agar selagi memantaskan diri gunakan waktu sebanyak-banyaknya, menghafal Alquran, perdalam ilmu agama, dan ilmu pengetahuan lainnya. Karena sesungguhnya tidak ada pacaran syari.

Setelah Oki menyampaikan pembuka, kajian dilanjutkan oleh pembicara kedua, Dude Herlino. Suami dari Allysa Soebandono ini telah membina rumah tangga selama tiga tahun. Dude berbagi pengalaman mengenai proses istiqamahnya yang terbilang cukup lama.

“Saya menikah di usia 33 tahun, sebenarnya bisa dikatakan telat namun saya percaya bahwa Allah akan memberikan bidadari untuk saya di waktu yang tepat,” ujar Dude yang kini sudah dikaruniai satu orang putra.

Dude juga mengatakan kepada jamaah yang didominasi remaja muslim, bahwa menikah jangan ditunda jika sudah mampu. Namun jika belum mampu maka perbanyak memantaskan diri, bekerja yang giat dan jalankan segalanya dengan istiqamah.

Di sela-sela kajian yang disampaikan oleh pembicara, jamaah dipersilahkan untuk bertanya. Salah seorang pemuda asal Samarinda melontarkan pertanyaan kepada Dude mengenai bagaimana caranya meyakinkan orang tua agar menerima niat untuk mengkhitbah seorang wanita.

“Buktikan kepad orang tua bahwa kita sudah pantas menikah, dengan cara mengubah prilaku yang tidak baik, bekerja yang giat dan meyakinkan orang tua dengan meminta bantuan kepada ustadz atau orang yang dipercaya untuk meyakinkan orang tua, bahwa diri kita siap,” pungkas Dude memberikan saran.

Selain kedua pembicara, hadir pula pembicara yang ketiga, ustadz Riza Muhammad, seorang pendakwah kondang yang dikenal dengan syair lagu dalam dakwanya. Ustadz Riza mengatakan bahwa sebaik-baiknya laki-laki adalah yang memuliakan wanita. Dalam membina rumah tangga madani wajib hukumnya kembali pada hukum di Alquran dan sunnah. “Wanita saliha adalah wanita yang menaati Allah SWT dan suaminya,” ujar ustadz Riza.

“Dalam surah An-Nisa ayat 1 dijelaskan bahwa diciptakan laki-laki dan perempuan agar semakin dekat dengan Allah SWT dan dalam surah Ar-Rum ayat 21 bahwa menikah dapat menentramkan hati, dan setelah menikah hidup semakin berkah,” tutup ustadz Riza di akhir kajiannya. (nat)

 


Back to Top