Baznas Kota Padang Gelar Aksi Sosial dengan Sunatan Massal untuk Mualaf

gomuslim.co.id- Berkhitan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Amalan yang merupakan bagian dari syariat ini menjadi fitrah manusia untuk menyempurnakan agama. Sunnah yang telah berlaku sejak dahulu dan menjadi titik temu semua syariat, sehingga seakan-akan amalan tersebut diwariskan secara turun temurun. Kewajiban ini berlaku bagi semua muslim, tidak terkecuali seorang mualaf.

Baru-baru ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang, Sumatera Barat melaksanakan khitanan massal kepada 27 mualaf. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 hingga 27 Desember 2016 itu diikuti mualaf dari Mentawai.

Ketua Baznas Padang Epi Santoso mengatakan, kegiatan khitanan massal tersebut merupakan program gratis yang diberikan kepada 500 orang. “Mengkhitan mualaf dewasa ini bagian dari kegiatan khitanan massal Baznas Padang kepada 500 orang secara gratis pada waktu tersebut,” ujarnya.

Menurut Epi, ke-27 mualaf tersebut merupakan orang asli Kepulauan Mentawai. Mereka yang ikut dikhitan berdasarkan kemauan sendiri dan mendaftar pada panitia. Kesemuanya dikhitan di Kantor Baznas di By Pass Aia Pacah Padang. “Kedua puluh tujuh orang tersebut dikhitan sesuai jadwal sunatnya selama empat hari pelaksanan,” katanya.

Peserta khitanan massal, kata Epi, tidak semuanya berdomisili di Padang, sehingga ketika sembuh akan kembali ke daerah asalnya. “Beberapa puluh peserta sunat dilaksanakan di dua Kecamatan yakni Pauh dan Padang Utara,” ucapnya.

Sebelumnya, Baznas Kota Padang juga memberi kesempatan warga mengobati mata secara gratis. “Tercatat ada 139 orang warga yang mengobati matanya mulai dari katarak, pengangkatan lemak mata, dan rabun,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Mahyeldi mengatakan tujuan pelayanan kesehatan gratis ini untuk memotivasi warga untuk senantiasa berzakat. Menurutnya manfaat berzakat cukup banyak khususnya untuk memenuhi kepentingan banyak orang.

Selain itu,  adanya Baznas Padang juga bisa memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk hidup hemat dan sederhana. Terkait adanya Mualaf yang disunat, Mahyeldi mengapresiasinya sebagai langkah positif untuk memulai kegiatan yang Islami. “Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan mempelajari agama,” katanya.

Selain pengobatan dan khitanan missal gratis, Epi mengungkapkan, Baznas Kota Padang juga berencana membangun rumah bagi korban gempa di Aceh. “Kita akan bangun rumah untuk korban gempa Aceh,” ucap Epi Santoso.

Rencananya, Baznas Kota Padang bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Padang akan mengunjungi Pidie Jaya, Aceh, sekitar awal Januari 2017. Sebab, dari data yang didapat, sebelas ribu lebih rumah rusak akibat gempa. “Kita rencanakan membangun perkampungan dengan 100 unit rumah yang dibangun Padang,” terangnya.

Untuk tahap pertama, Baznas Kota Padang membangun 40 unit rumah. Rumah tersebut dibangun senilai Rp 25 juta. “Nanti setelah selesai, rumah itu akan diserahkan Walikota Padang kepada Walikota Banda Aceh,” tukas Epi.

Agar rencana tersebut dapat direalisasikan, Baznas terus menggalang dana dari mitra yang ada. Apalagi hingga kini sejumlah perguruan tinggi di Padang, termasuk Pemko Padang, mengumpulkan dana bagi korban gempa Aceh. “Semua ini akan kita wujudkan,” tegas Epi. (njs/dbs)

 


Back to Top